TIDORE – Pasca ditetapkan sebagai salah satu nominator Kota Terinovatif 2026 oleh Kementerian Dalam Negeri, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen memanggil Tim Inovasi Daerah untuk menyiapkan skenario baru dalam menghadapi Kompetisi Inovasi Tahun 2027 mendatang.
Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini mengatakan, Tidore sudah dua kali lolos nominasi kota terinovatif tingkat nasional. Oleh karena itu, ke depan perlu disiapkan skenario baru guna menghadapi persaingan yang semakin ketat pada 2027.
”Sudah dua kali lolos nominasi. Kita perlu siapkan skenario baru di 2027,” ungkap Muhammad Sinen di tengah bincang santai bersama Tim Inovasi di Pelataran Lantai II Kantor Wali Kota Tidore, Kamis (5/11/2026) siang.
Wali Kota dalam kesempatan itu mengungkapkan rasa bangganya atas capaian inovasi tersebut. Meski Tidore dihadapkan pada keterbatasan fiskal, tim inovasi terbukti mampu survive dan mempertahankan prestasi.
“Mempertahankan juara itu berat sekali. Apalagi ini dilakukan dalam masa sulit, tanpa anggaran, tanpa amunisi, dan tanpa pencitraan. Kalian bisa dan sukses membuktikan itu semua untuk daerah,” ungkap Wali Kota.
Muhammad Sinen menambahkan, hal tersebut membuktikan pentingnya komitmen dan loyalitas. Ketika seseorang sudah berkomitmen membangun budaya inovasi di daerah, apapun tantangan dan masalahnya tidak boleh membuat mereka mundur.
“Tantangan dan masalah itu tidak hanya datang dari luar, tetapi bisa juga datang dari dalam. Alhamdulillah, tantangan itu semua bisa kalian lewati dengan baik dan tegak lurus,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wali Kota Tidore berharap agar Tim Inovasi sudah mulai merancang skenario baru untuk kompetisi tahun depan. Ia yakin dan percaya Tim Inovasi Tidore telah mendesainnya dengan matang guna memberikan yang terbaik bagi daerah.
Sementara itu, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Ramli Saraha, membenarkan adanya pertemuan tersebut. Tim inovasi daerah Kota Tidore Kepulauan dipanggil khusus oleh Wali Kota untuk mendengarkan arahan terkait kesiapan menghadapi kompetisi inovasi tingkat nasional pada 2027.
“Kami ingat benar pada awal 2025, pasca dilantiknya sebagai kepala daerah, beliau memberi arahan dengan target 10 besar nasional, lalu menyerahkan instruksi terkait gerakan berinovasi. Alhamdulillah, sesuai target, bahkan ada kejutan melampaui target. Pada 2025, Tidore Kepulauan menjadi satu-satunya kota di luar Jawa yang indeks inovasinya berada di urutan ke-4 secara nasional,” tutur Ramli.
Tahun ini, lanjut Ramli, Kota Tidore Kepulauan juga kembali ditetapkan masuk nominasi nasional. Agenda pemaparan inovasi dari kepala daerah telah selesai dilaksanakan yang dibawakan oleh Bapak Wakil Wali Kota, dan kini tinggal menunggu hasil untuk tahapan validasi lapangan oleh Tim Penilai Kemendagri.
“Setelah agenda pemaparan itu, kami langsung dipanggil untuk menghadap beliau siang tadi. Pak Wali sudah memberikan arahan dan instruksi khusus untuk menyusun skenario baru menghadapi lomba inovasi nasional 2027,” ungkap Ramli selaku Ketua Tim Teknis Inovasi Daerah.
Ramli menekankan, terkait instruksi khusus dari Wali Kota, poin-poinnya belum dapat dipublikasikan karena masih dimatangkan secara internal. Namun, ia memastikan bahwa komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota adalah menjadikan inovasi di Tidore sebagai budaya yang berdampak langsung bagi masyarakat.










