Wawali Ahmad Laiman Paparkan Dua Inovasi Unggulan Tidore pada Penilaian IGA 2026

TIDORE- Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, sukses mempresentasikan dua inovasi unggulan Kota Tidore Kepulauan dalam Penilaian Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 kategori Kota. Pemaparan tersebut disampaikan di hadapan tim penilai secara daring (zoom meeting) dari Ruang Rapat Wali Kota Tidore, Rabu (4/11/2026).

​Dua inovasi unggulan yang diangkat terdiri atas inovasi berbasis digital di bidang kesehatan, yaitu Si Mona Bahenol (Sistem Monitoring Kesehatan Berbasis Online) yang digagas oleh Puskesmas Soasio. Serta inovasi non-digital pada aspek peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau Pendapatan Asli Desa, yakni Ake Lei Lei (Wisata Kolam Renang dari Mata Air Pegunungan Halmahera) yang digagas oleh Desa Oba, Kecamatan Oba Utara.

​Di sela-sela presentasinya, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman menyampaikan bahwa inovasi merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Tidore Kepulauan yang wajib dijalankan oleh seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bagian, camat, lurah, hingga kepala desa.

​“Inovasi merupakan bagian dari komitmen Wali Kota Tidore, Muhammad Sinen, dan saya selaku wakil wali kota, dengan harapan kita bisa meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Kota Tidore. Oleh karena itu, setiap OPD diwajibkan memiliki inovasi sebagai acuan dalam pengembangan inovasi daerah,” ujar Ahmad Laiman.

​Pejabat nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini juga menegaskan, di tengah keterbatasan fiskal yang ada, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan berkomitmen agar inovasi-inovasi unggulan tersebut memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

​“Kami siap mempertahankan predikat daerah berinovasi. Mudah-mudahan ini dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Dampak inovasi harus terasa di setiap nadi kehidupan masyarakat Kota Tidore, makanya kami mengusung tema: tidak hanya inovasi yang berdampak, tetapi dampaknya harus benar-benar dirasakan,” tandasnya.

​Turut mendampingi wakil wali kota dalam pemaparan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Saiful Bahri Latif, Kepala Dinas Kesehatan Saiful Salim, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa M. Iqbal Japono, Tim Inovasi Daerah, serta para penggagas dari Puskesmas Soasio dan Desa Oba.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *