Foto: Motif desain batik dari para nominator
WEDA – Sebagai upaya untuk melestarikan budaya batik dan menghasilkan batik resmi Kabupaten Halmahera Tengah membuat Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Halmahera Tengah menggelar lomba desain batik daerah. Kini lomba tersebut telah diumumkan 10 nominasi desain terbaik.
Ke sepuluh nominator terbaik tersebut diumumkan oleh Disparekraf pada Jumat (26/7/2024) di Aula Haji Salahuddin Bin Talabuddin adalah 1. Hairudin Idrus (Wolongsili Batik), 2. Rastiadi Rahmat (Wicobapake), 3. Zulkarnain P. Ibrahim (Gamrange Batik), 4. Mahmud Nawawi (Fagogoru Batik), 5. Fahmi Akbar (Getnikan Bumi Fagogoru), 6. Ilman Hi. Bayan (Tari Lalayon), 7. Muhammad Zahrul Muttaqin (Insan Fagogoru), 8. Muhlis H. Mubin (Bidadari Boki Maruru), 9. Nafkhi Pratama Ramadhani (Batik Wepange) dan 10. Zulkarnain Yoisangadji (Fagogoru dan Dimensi Batik).
Penjabat Bupati Ikram M Sangadji (IMS) mengatakan batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai seni dan filosofi yang tinggi. “Batik tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga mencerminkan identitas dan kearifan lokal dari daerah masing-masing,” ucapnya.
Dalam konteks ini, IMS berharap dapat menemukan desain-desain batik yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki makna dan filosofi yang kuat, sehingga dapat memperkaya khazanah batik Indonesia. “Sebagai Penjabat Bupati, saya sangat bangga dan gembira melihat antusiasme masyarakat dalam mengikuti lomba desain motif batik daerah. Hal ini menunjukkan bahwa kita memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah ini,” ujarnya.

Foto: Desain motif batik dari para nominator.
Dalam kesempatan ini, IMS ingin menekankan beberapa poin penting terkait pengembangan batik daerah, khususnya dalam konteks lomba desain batik daerah yang diselenggarakan ini, yaitu kreativitas dan inovasi. “Sehingga para peserta dapat menghadirkan desain-desain yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki keunikan dan kedalaman makna yang mencerminkan identitas daerah ini,” terangnya.
“Kedua, adalah pelestarian budaya. Dimana batik merupakan warisan budaya yang harus kita lestarikan dan kembangkan,” tukasnya.
Melalui lomba ini, IMS berharap dapat menemukan desain-desain batik yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga memiliki makna dan filosofi yang kuat.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Salmun Saha mengatakan latar belakang lomba desain motif batik daerah ini karena Kabupaten Halmahera Tengah yang terkenal dengan Bumi Fagogoru selain memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah juga memiliki kekayaan dan keanekaragaman warisan budaya yang harus terus digali dan dieksplor.
Jadi tujuan kegiatan ini agar kita mendapatkan karya-karya motif batik yang menggambarkan keunikan keanekaragaman budaya, keanekaragaman flora dan fauna yang mendiami bumi fagogoru dan selanjutnya dapat diaplikasikan dalam berbagai macam produk baik fashion maupun sufenir-sufenir khas Halmahera Tengah yang memiliki nilai serta daya saing yang tinggi. “Hal ini tentu secara langsung ikut memberdayakan perekonomian masyarkat di daerah yang sangat kita cintai ini,” tandasnya.
Waktu pelaksana kegiatan ini selama dua bulan yaitu pendaftaran dan pemasukan karya 1 Juni sampai 20 Juli 2024. Penilaian tahap 1 untuk mendapatkan 10 besar 20 Juli sampai 23 Juli 2024.
Penilaian tahap 2 untuk mendapatkan pemenang 1, 2, 3 dan harapan dilaksanakan hari ini 26 Juli 2024. Dan pemenangnya akan diumumkan pada tanggal 30 Juli 2024.
Dewan Juri terdiri dari 5 orang , yaitu Irfa Ina Salma dari Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian RI di Jogjakarta, Anita Gathmir desainer sekaligus founder Puta Dino Khayangan, Ralia Asyari Ketua TP PKK Kabupaten Halmahera Tengah dan Arman Alting dari Pemerintah Daerah Halteng serta Hi. Abdul Latif dari Tokoh Budayawan Halmahera Tengah.
Sebagaimana diketahui peserta yang terdaftar sebanyak 49 orang, namun yang dapat memasukkan karya sampai batas waktu yang ditentukan sebanyak 39 orang. Penilaian Lomba Desain Motif Batik Daerah, yang dinilai terdiri dari penilaian motif (keunikan, artistik dan ciri khas daerah (40 %), penilaian desain bentuk dan komposisi warna (30%), penilaian keharmonisan antara judul, sumber ide dan motif (30%). Penilaian dilakukan dengan dua tahap, tahap pertama, penilaian dilakukan dengan cara online untuk mendapatkan 10 nominator. “Tahap kedua, penilaian dilakukan dengan cara offline (expose) dan presentasi di Aula Hi. Salahuddin bin Talabuddin bagi peserta yang berdomisili di wilayah Maluku Utara, sedangkan peserta di luar wilayah Maluku Utara dengan cara online,” ujar Salmun.
Sedangkan hadiah akan diberikan kepada 10 nominator dengan urutan pemenang I, II, III dan pemenang harapan sebanyak tujuh peserta, sebagai berikut pemenang pertama Rp. 12.000.000, pemenang kedua Rp.9.500.000, pemenang ketiga Rp. 7.500.000, tujuh orang pemenang harapan masing-masing Rp. 3.000.000. Dengan total hadiah Rp50.000.000. (red)















