Para santri Taman Pendidikan Al-Quran Nurul Inayah berlibur di pantai Toseho usai mengikuti lomba peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 H/2025 M. (Foto:dok:Istimewa)
Oba – Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) Nurul Inayah di bawah bimbingan Ustad Yamin Syarif bersama istri melaksanakan liburan dengan piknik bersama para santri mereka di pantai Toseho pada Minggu 2 Februari 2025.
Liburan kecil-kecilan yang melibatkan anak-anak TPQ tersebut bagian dari menyemangati mereka pasca mengikuti kegiatan atau lomba dalam rangka memperingati isra mi’raj 1446 H/2025 M yang digelar oleh Majelis Taklim Al-Insan dan Pemuda Pemudi Lingkungan Koramil RT 007 Kelurahan Payahe beberapa waktu lalu.
Para santri TPQ Nurul Inayah itu masing-masing mengikuti lima mata lomba, yaitu Hifjil, Tartil, Salawat, Ajan dan Puisi. Kelima mata lomba itu mereka menjuarainya. Ada yang menyabet juara satu, dua, juara tiga dan harapan satu.

Foto: Raut wajah gembira dan penuh semangat tampak jelas terlihat ketika anak-anak santri TPQ Nurul Inayah saat piknik di pantai Toseho. (Foto:dok:istimewa)
Hal itu lah membuat pengasuh TPQ Nurul Inayah bersama para orang tua bersepakat untuk memberi waktu spesial dengan berlibur atau piknik di pantai Toseho, desa Toseho, Kecamatan Oba. Hal itu sebagai penyemangat kepada anak-anak yang nota bene rata-rata siswa SD kelas satu hingga kelas enam.
Didampingi para orang tua, mereka tampak senang. Namanya anak-anak ketika melihat air bawaannya adalah bermain dan berenang.
Keseruan pun tampak sangat terasa. Orang tua yang mendampingi juga terlihat semangat menjaga anak-anak mereka ketika berenang. Ada yang loncat dari jembatan atau tambatan perahu milik nelayan desa setempat, ada yang bermain pasir dan keseruan lainnya.
Para santri sangat antusias lantaran agenda tersebut bagian dari keberhasilan mereka meraih juara pada beberapa mata lomba yang diikuti saat kegiatan isra mi’raj.
Liburan singkat yang temanya adalah refreshing itu bakal menjadi momen terindah ketika mereka dewasa nanti.

Foto: Anak-anak santri TPQ Nurul Inayah saat piknik di Pantai Toseho. (Foto:dok:istimewa)
Dengan demikian, tadabbur alam merupakan sebuah aktivitas belajar dalam rangka mengenali segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, sekaligus untuk mengenali dan mencintai Allah Swt sebagai Tuhan semesta Alam.
Pengasuh TPQ Nurul Inayah, Yamin Sarif menyampaikan, bahwasanya kegiatan piknik ini diluar agenda TPQ hanya saja untuk menyemangati mereka usai mengikuti lomba dalam rangka memperingati Isra Mi’raj beberapa waktu lalu. “Jadi selain piknik untuk menghibur mereka, sekaligus bagian dari tadabbur alam,” ucapnya.
Dirinya berharap agar para santri tetap semangat dalam belajar mengaji dan termotivasi sehingga kedepan mereka lebih baik lagi.
Sementara itu salah satu orang tua santri, Roslan Rasain yang turut mendampingi cucunya mengikuti piknik dan tadabbur alam itu mengucapkan terima kasih kepada pengasuh TPQ Nurul Inayah yang sudah mendidik cucu dan anak-anak lainya sehingga bisa mengenal huruf Hijaiyah dan bisa mengaji. “Kegiatan ini sangat bagus, meskipun bukan agenda rutin namun sangat menambah semangat anak-anak untuk lebih giat mengaji,” singkatnya.
Senada Usman Barakati mengaku piknik tersebut bagian dari menambah semangat anak-anak santri. “Mereka sangat gembira dan tampak semangat, ini pertanda mereka akan lebih semangat dalam belajar mengaji,” katanya.
“Harapannya kedepan anak-anak santri TPQ Nurul Inayah bisa menjadi Qori dan Qoriah yang terkenal,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui pantai Toseho, yang berbeda di Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan memiliki keunikan tersendiri.
Pasalnya selain memiliki pantai yang cantik juga mangrove yang sangat indah. Untuk itu ketika kita berwisata di Pantai Toseho maka kita disuguhkan pemandangan yang komplit.
Selain pantai, mata kita dimanjakan dengan hamparan hutan mangrof yang tertata rapi.
Tak itu saja, hamparan pasir hitam berkilau dipadu dengan muara kali Toseho serta pohon mangrove yang berjejer begitu cantik dipandang. Apalagi diwaktu sore, tampak pemandangan matahari terbenam terlihat jelas menambah panorama yang tiada tara.
Potensi wisata pantai Toseho sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik. Pasalnya pengunjung tidak hanya berwisata pantai saja, namun pengunjung bisa menikmati kesejukan pohon mangrove dan perahu nelayan milik warga yang berjejer rapi di tambatan perahu.
Semoga ke depan pantai Toseho terus berkembang sehingga menjadikan sebagai icon wisata pantai dan mangrove di wilayah Kecamatan Oba. (red)










