Inflasi Bulan Maret 2,97 Persen, Pj. Bupati Halteng Apresiasi Kinerja TPID

Foto: Ketua Tim TPID (Asisten I), Husain Ali

WEDA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berhasil menurunkan angka inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,97 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,46.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks 7 (tujuh) kelompok pengeluaran, yaitu makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,43 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 2,09 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,44 persen, transportasi sebesar 3,08 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 7,98 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 8,20 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,09 persen.

Sedangkan penurunan indeks ditunjukkan oleh 3 (tiga) kelompok pengeluaran, yaitu perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,20 persen, kesehatan sebesar 3,54 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,79 persen. Sementara kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks atau stagnan.

Tingkat deflasi month to month (m-to-m) dan tingkat deflasi year to date (y-to-d) Kabupaten Halmahera Tengah bulan Maret 2024 masing-masing sebesar 0,62 dan 1,31 persen.

Terkait hal itu, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan, Husain Ali yang juga Ketua TPID saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa, turunnya angka inflasi bulan Maret 2,97 persen ini merupakan hasil kerja kolaboratif semua stakeholder dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). “Di bulan Januari, angka inflasi Halteng 5 persen, bulan Februari 4,6 persen dan alhamdulillah di bulan Maret angka inflasi year on year dapat dikendalikan dan turun menjadi 2,97 persen,” ucapnya.

Turunnya angka inflasi ini menunjukkan bahwa Pemda Halteng konsisten menindaklanjuti arahan Mendagri pada saat Rakor Inflasi setiap Senin.

Dalam menindaklanjuti arahan Mendagri, Pj. Bupati langsung memimpin rapat dengan TPID dan menginstruksikan Perangkat Daerah untuk bergerak cepat dan bekerja sama melakukan intervensi kebijakan yang terarah, terukur dan tepat sasaran. “Intervensi yang dilakukan pemda adalah, sidak pasar, operasi pasar, intensifkan Gerakan Pangan Murah dan secara konsisten memantau Indeks Perkembangan Harga (IPH) komoditas setiap hari,” jelas Husain.

Dimana, Asisten I mengkoordinir tim pengelola data IPH yang terdiri dari Dinas Perindagkop dan UKM, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Bagian Ekbang. “Pj. Bupati Halteng, dalam pidato penyampaian LKPJ pada rapat paripurna DPRD memberikan apreasiasi kepada TPID dan semua stakeholder yang telah bekerja dengan baik untuk mengendalikan inflasi,” tuturnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *