Foto: Kasi Humas Ipda Ramli Soleman.
WEDA – Masyarakat Kabupaten Halmahera Tengah dihimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berita hoax dan provokasi yang sering muncul di media sosial, Facebook, WhatsApp dan lainnya.
Untuk mengatasi hal itu terus terjadi, Kapolres Halteng AKBP Faidil Zikri S.H., S.I.K. melalui Kasi Humas Ipda Ramli Soleman meminta masyarakat berhati-hati terhadap banyaknya muatan berita palsu atau hoax akhir-akhir ini terjadi. Seperti beredar video kejadian gantung diri dan aksi begal yang dikabarkan terjadi di wilayah Halmahera Tengah.
Video viral yang bereda di laman sosmed beberapa hati ini membuat Polres Halteng menghimbau kepada masyarakat agar bijak dalam melihat informasi yang beredar. “Intinya melakukan kroscek dan saring informasi yang ada sebelum di share sehingga tidak menyebarkan informasi palsu atau hoax yang bisa menakuti publik. Sebab selain membuat resah juga berimbas pada pelanggaran hukum seperti diancam dengan pasal, baik KUHP maupun UU ITE,” jelas Ipda Ramli.
Ipda Ramli juga meminta masyarakat kritis terhadap informasi-informasi yang diduga hoax tersebut dengan cara menghapus konten-konten hoax dan jangan disebarluaskan. “Sebab informasi hoax itu bisa merugikan diri sendiri dengan ancaman pidana dan juga merugikan masyarakat,” sebutnya.
Terkait penyebaran informasi hoax juga, Kasi Humas meminta kepada masyarakat apabila merasa dirugikan dengan penyebaran informasi hoax agar melaporkan ke pihak kepolisian agar jadi dasar untuk dilakukan proses penegakan hukum. “Polres Halmahera Tengah menerima pengaduan dan laporan serta saran dan kritik dengan mengirimkan lapor online di facebook instagram, twiter dengan nama akun polreshalteng,” akunya. (red)










