WEDA – Warga masyarakat desa Kulo Jaya, Kecamatan Weda Tengah diajak berpartisipasi dan berperan aktif dalam menyukseskan 5 (lima) program prioritas Penjabat Bupati Ikram M Sangadji (IMS).
Ajakan tersebut disampaikan PJ Bupati Ikram M Sangadji saat melakukan tatap muka sekaligus berdialog dalam agenda kunjungan kerja di desa tersebut pada Jumat (19/1/2024). “Saya mengajak warga masyarakat Kulo Jaya untuk berpartisipasi dan berperan aktif dalam menyukseskan 5 program prioritas,” ucap Ikram saat bertatap muka di kantor desa.
Kedatangan Pj Bupati Ikram Malan Sangadji didampingi beberapa pimpinan OPD disambut dengan tarian cakalele.
Berbagai problem disampaikan dalam dialog tersebut. Diantaranya problem infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, listrik, dan permasalahan lainnya yang dialami. Satu per satu warga diberi kesempatan berbincang secara interaktif, sembari memberikan solusi atas permasalahan yang disampaikan.
Kesempatan itu juga PJ Bupati pun mengetahui, sebagian warga Kulo Jaya belum memiliki dokumen keluarga seperti surat nikah, kartu keluarga dan KTP, untuk itu dirinya meminta kepala desa agar mendata warganya dan akan mengutus OPD terkait ke Desa Kulo Jaya. “Kepada Kades, hari Senin, saya minta semua data warga disini yang tarada (tidak ada) surat nikah, tarada KK dan tarada KTP. Hari Senin bawa langsung ke saya, dan hari Rabu petugas Dukcapil datang langsung bikin (buat) disini (Kulo Jaya),” pinta IMS.
Terkait dengan insentif imam dan pendeta, PJ Bupati menghimbau agar disiapkan buku rekening, dan untuk ibu hamil dan menyusui diwajibkan untuk mengikuti posyandu. “Sementara, warga yang belum memiliki ijazah akan diikutsertakan dalam ujian paket A, B maupun C,” lanjut IMS.
Lebih lanjut, kepada warga Kulo Jaya, Ikram juga menjelaskan program prioritasnya yang di tahun 2023 telah berjalan dan program yang akan dilakukan di tahun 2024. Seperti pada tahun 2023, telah dibangun 1552 unit rumah warga (bangun baru dan renovasi). Dari 1552 unit itu, pembangunan RLH 371 unit dan rehab RTLH 1181 unit. “Termasuk pembangunan MCK sebanyak 45 unit, pembangunan air bersih 42 unit, dan memberikan bantuan jendela dan pintu sebanyak 745 unit serta bantuan fasilitas penerangan di 557 rumah,” sebutnya.
Tak itu saja, program berupa bantuan sosial dan kesejahteraan, diantaranya insentif imam dan pendeta sebanyak 479 orang, insentif guru ngaji 100 orang, pembangunan rumah ibadah di 65 desa, ibadah umrah 20 orang, pemberian kelompok usaha masyarakat 26 kelompok, bantuan sembako untuk inflasi 19.181 orang, pemberian uang duka Rp 5 juta per santunan sebanyak 81 santunan.
Melalui program itu Pemda Halteng juga telah memberikan pengobatan gratis, biaya rujukan sebesar Rp15 juta (10 juta untuk pasien dan 5 juta untuk keluarga pasien yang menemani). “Termasuk biaya keluarga yang meninggal di luar Halteng, dan mau dipulangkan ke Halteng,” akunya.
“Bahkan insentif ibu hamil dan menyusui, yang di tahun 2023 telah berjalan dan di tahun 2024 ditambah skalanya mulai dari hamil anak pertama sampai hamil anak ke empat, dan insentif bagi lansia 65 tahun ke atas setiap bulan diberikan Rp 300 ribu,” urai IMS mengakhiri. (red)










