Bupati Basam Kasuba Turus Dorong Lumbung Pangan di Halmahera Selatan 

HALSEL- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Hasan Ali Basam Kasuba kembali membagikan bantuan pangan secara simbolis berupa 5 ton beras dan 2,5 ton sagu tumang serta meresmikan Lumbung Pangan di Desa Wayamli, Kecamatan Ganebarat Selatan Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara pada 18 Januari 2028.

Penyerahan bantuan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Pertanian Halsel, memberikan bantuan Lumbung Pangan di 15 desa sesuai pemetaan di 249 desa se-Kabupaten Halmahera Selatan. Dan dalam kegiatan tersebut, Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba juga menyerahkan lumbung pangan secara simbolis dengan pengguntingan pita.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten, Kepala-Kepala OPD, Kabag Kesra, Kabag, Camat, dan Kepala-Kepala Desa se-Kecamatan Gane Barat Selatan.

Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba dalam sambutannya meyampaikan terus mendorong program kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan pangan.

“Kami selaku Pemerintah Kabupaten terus mendorong program sebagaimana tercantum dalam salah satu visi misi kami yaitu untuk memastikan ketersedian pangan yang menjadi salah satu kebutuhan terpenting bagi masyarakat,” Ungkapnya

Orang nomor satu di Halsel itu berharap agar lumbung pangan tersebut dapat dipergunakan sebaik mungkin sesuai fungsinya.

“Saya secara pribadi merasa sangat bahagia karena bisa hadir di tengah-tengah keluarga sekalian yang ada di Desa Yamli, mudah-mudahan dengan kehadiran lumbung pangan dan bahan pangan yang disediakan harus di manfatkan sebaik-baiknya di kelolah sebaik-baiknya dan diberikan kepada penerima yang tepat,” Ujar Bupati

Sekretaris Dinas Pertanian Halsel, Hj. Suratmi Al Jogja dalam sambutannya menyampaikan bahwa, dengan situasi global saat ini, kemudian terjadi cuaca ekstrim, terdaat beberapa dampak lainya yang muncul, hal ini membuat terjadinya kekurangan bahan pangan di dunia, termasuk bagi kita di Indonesia.

“Kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap perkembangan pasokan bahan pangan yang kemudian dihasilkan oleh petani, hal inilah yang mendorong Pemerintah Kabupaten, melalui Dinas Pertanian untuk melakukan pemetaan di 249 Desa dan terdeteksi 15 Desa dengan kerawanan pangan tertinggi,” ucapnya. (Red)

 

 

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *