Ternate,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara saat ini tengah mempersiapkan pengajuan situs geologi Batu Agus dan beberapa situs lainnya sebagai Geopark Ternate ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Hal ini dibuktikan dengan diselenggarakannya diskusi bertajuk Geopark Unpack di Kantor Bappelitbangda Kota Ternate yang melibatkan UNESCO Global Geopark (UGGp) Raja Ampat provinsi Papua Barat dan Badan Pengelola Aspiring Taman Bumi Geopark Ternate sebagai upaya pengembangan kajian biodiversity, geodiversity, dan cultural diversity, Selasa, 11 Maret 2025.
Kepala Badan Pengelola Aspiring Taman Bumi Geopark Ternate, Rizal Marsaoly berharap situs Geopark Batu Agus ini kedepannya bisa memiliki nilai tambah.
“Saya berharap situs Geopark ini dapat memiliki nilai tambah bagi pengembangan ekonomi di lingkar destinasi selain berbagai situs lainnya yang dimiliki Ternate kota Rempah” kata Rizal.

Ia bilang, keberlanjutan dari penetapan warisan geologi (geoheritage) kota Ternate sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM RI Nomor 69.K/GL.01/MEM.G/G/2025 ini juga ikut didorong oleh DPRD Kota Ternate, lintas OPD dan stake holder terkait dan pelibatan lembaga riset perguruan tinggi lokal sebagai kekuatan penuh untuk tidak sekedar menjadikan Batu Angus sebagai geopark peringkat nasional tetapi juga menjadi situs warisan dunia yang diakui UNESCO,” tuturnya.
Sementara itu, Sekertaris Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Rinto Taib menambahkan, bahwa situs geologi Batu Angus Ternate layak berada di peringkat warisan dunia UNESCO.
Sebab, bagi Rinto, situs batu angus memiliki keanekaragaman geologi, hayati, budaya masyarakatnya serta kesejarahan dari kawasan sekitarnya (kampung tua pra kolonial hingga jejak perang dunia ke-2) sehingga yang demikian dapat dijadikan sebagai significant value (nilai lebih) yang diharapkan dikemudian nanti dapat diterima dalam sidang penetapan warisan dunia (UNESCO).
Selain itu, Rinto juga mengapresiasi Badan Pengekola Aspiring Taman Bumi Geopark Ternate, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Maluku Utara, pihak perguruan tinggi, DPRD, Ternate Geopark Youth Forum dan semua pihak yang selama ini berkontribusi besar hingga saat ini dalam mematangkan dan menyiapkan dosir pengusulan yang akan dinilai oleh pihak UNESCO
“Semoga langkah ini berdampak bagi masa depan masyarakat Ternate Kota Rempah dan Maluku Utara,” tutur Rinto yang juga sebagai Kepala Museum Rempah Kota Ternate dan Museum Sejarah Ternate.
Sekedar diketahui, dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh pimpinan OPD, Camat, anggota DPRD, ketua Pokdarwis berbagai kelurahan, Tim Badan Pengelola Aspiring Geopark Ternate dan Ternate Geopark Youth Forum (TGYF). (red)










