Membelot Sejumlah Kader Partai Golkar Halteng Diusulkan Ke DPP Untuk Dipecat

Pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Halmahera Tengah saat melakukan konferensi pers, Selasa (15/4/2025) malam tadi. (Foto:dok:ZT)

Weda – Sejumlah kader partai Golkar Kabupaten Halmahera Tengah yang dianggap membelot telah diusulkan ke DPP untuk dipecat sebagai pengurus dan keanggotaan.

Hal itu disampaikan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Halmahera Tengah Sakir Ahmad saat melakukan konferensi pers di kantor partainya di desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, Selasa (15/4/2025) malam sekitar pukul 20.30 Wit. “DPD II partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Halmahera Tengah telah melakukan rapat pleno penetapan pengusulan pemecatan pengurus dan anggota partai,” ucap Sakir.

Dikatakannya, rapat pleno yang dipimpin ketua DPD II Sakir Ahmad dan Sekertaris Moh Rohadi Do Iskandar itu, secara luas melibatkan semua pengurus yang tersebar di sepuluh Kecamatan di Kabupaten Halmahera Tengah.

Ada enam nama yang diusulkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Mereka diantaranya, Edi Langkara, Zulfikar Akbar Langkara, Faris Abdullah, Ahmad Malawat, Amiruddin Umagapi, Salim Ali.

Dihadapan wartawan, Ketua DPD II partai Golkar, Sakir Ahmad mengatakan, paling terpenting kami ingin sampaikan kepada umum bahwa rapat pleno ini dilakukan setelah mencermati dinamika politik kemarin khususnya internal partai Golkar,

Pada saat keputusan DPP partai Golkar dalam rangka pencalonan Gubernur dan wakil Gubernur Maluku Utara, serta ketetapan mencalonkan bupati dan wakil bupati Halmahera Tengah, atas nama Ikram Malan Sangadji dan Ahlan Djumadil, terkait keputusan partai yang secara resmi dikeluarkan oleh DPP yang tidak ditaati oleh kader partai Golkar sendiri. “Untuk itu sangatlah penting ketika partai Golkar mengambil langkah tegas sesuai dengan petunjuk organisasi,” ungkapnya.

Wakil ketua II DPRD Halteng itu mengaku, padahal partai Golkar telah memberikan kesempatan berulang ulang kali kepada kader kader yang dianggap lalai. Namun yang bersangkutan tetap bersih keras untuk melawan apa yang sudah diputuskan oleh DPP. “Apalagi saudara Edi Langkara, ketika kita ikuti di media kemarin beliau sudah bergabung dengan partai lain. Oleh karna itu kami hanya berkeinginan melanjutkan kemauannya,” akunya.

“Nama nama ini akan kami usulkan di DPP partai Golkar untuk tindak lanjuti dengan mencabut Kartu Tanda Anggota (KTA) milik yang bersangkutan,” tandasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *