Foto momen IMS saat menyapa para pekerja/karyawan salah satu perusahan. (foto. istimewa)
WEDA – Aswar Salim selaku Ketua Tim Pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati Ikram M Sangadji dan Ahlan Djumadil, menegaskan bahwa kehadiran IMS-ADIL tidak hanya sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai sahabat bagi para buruh yang siap bekerja sama untuk menciptakan kondisi kerja yang lebih adil dan sejahtera di Kabupaten Halmahera Tengah.
Aswar Salim menyampaikan bahwa dirinya selain Ketua Tim Pemenangan IMS-ADIL dan sebagai Anggota DPRD Halteng dua periode dirinya juga sebagai Ketua salah satu Serikat Buruh di Kabupaten Halteng.
Untuk itu kepada karyawan, Aswar mengaku jangan bicara soal kesejahteraan pekerja atau buruh jika dua syarat tidak dipenuhi.
Aswar menceritakan, pengalamannya dimasa pemerintahan Elang-Rahim ada dua hal yang dirinya perjuangkan untuk kepentingan buruh, namun hingga sampai akhir masa jabatan dua hal itu tidak pernah realisasi oleh Elang-Rahim.
Akan tetapi, lanjut Aswar dua hal itu bisa diselesaikan dan ditandatangi oleh IMS. Dimana hanya dalam waktu tiga bulan saat menjabat Pj Bupati Halteng, kesepakatan Serikat Buruh dan pemerintah daerah ditangani oleh IMS. “Dua hal itu, yang pertama adalah Dewan Pengupahan Kabupaten,” ucap Aswar.
Aswar mengaku gaji karyawan di Kabupaten Halteng tidak akan naik jika Dewan Pengupahan Kabupaten tidak ada, dan IMS memahami betul hal itu dan membentuk Dewan Pengupahan Kabupaten. “Ngoni pe gaji (gaji kalian) tidak bisa naik kalau dewan pengupahan itu tidak ada. Karena selama ini acuan terkait denga kenaikan gaji itu berdasarkan dengan UMP (Upah Minimum Provinsi),” jelas Aswar disambut gemuruh tepuk tangan ribuan pendukung.
Pasalnya, rujukan kenaikan gaji selama ini masih berpatokan pada harga-harga sembako yang ada di Kota Ternate sementara harga di Kota Ternate dan harga di Lelilef bedanya diibaratkan langit dan dasar laut. “Sehingga dengan adanya Dewan Pengupahan Kabupaten yang telah dibentuk oleh Pemda Halteng semasa Pj Bupati IMS maka kedepan gaji karyawan akan bisa naik dan lebih besar lagi,” ujarnya.
Untuk itu dirinya mengajak seluruh pekerja atau karyawan jangan ragu untuk mendukung IMS-ADIL, sebab komitmen IMS-ADIL untuk kesejahteraan kaum buruh sangat jelas. “Jadi para pekerja atau karyawan jangan ragu untuk mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati IMS-ADIL. Karena pasangan IMS-ADIL benar-benar memperjuangkan kepentingan kaum buruh atau pekerja,” tegasnya.
Perihal yang kedua adalah dimasa kepemimpinan IMS dirinya juga membentuk Lembaga LKS Triparti. “Lembaga ini adalah lembaga yang dibentuk oleh pemerintah beserta serikat pekerja yang bertugas menyelesaikan hubungan perselisihan tenaga-tenaga kerja yang di PHK sepihak oleh perusahaan akan diselesaikan oleh lembaga LKS Triparti itu,” bebernya.
“Dan itu apa?, karyawan yang di PHK tidak sesuai aturan hak-haknya akan dibayar atau diselesaikan dalam waktu yang sesingkat singkatnya,” terangnya.
Politisi Partai Golkar Halteng itu mengajak masyarakat Halteng dan para pekerja buruh harus lebih cerdas memilih pemimpin. Untuk itu jangan lagi memilih pemimpin yang suka janji-janji manis lagi. “IMS-ADIL itu tidak ada lagi janji-janji, dan IMS sudah membuktikan itu dan tinggal melanjutkan lima tahun kedepan,” katanya.
Sebagai eks pendukung Elang-Rahim, Aswar mengaku memilih dan mendukung IMS-ADIL lantaran dirinya tidak mau mengulangi kesalahan yang kedua kali. “Saya orang lama (eks Pendukung Elang-Rahim). Dan saya bergeser dan memilih IMS-ADIL karena saya tidak suka pemimpin yang suka bohong, pemimpin yang suka marah-marah, pemimpin yang suka janji-janji janji,” sebutnya. (red)










