“Saya mau ada kolaborasi pemerintah dan masyarakat untuk sampah Kota Weda, karena Kota Weda merupakan epicentrum Kabupaten Halteng”. Ikram M Sangadji.
WEDA – Kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah dianggap masih butuh kerja sama semua pihak.
Melihat itu Penjabat Bupati Ikram Malan Sangadji (IMS) melakukan pertemuan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama tenaga kebersihan dan komunitas sadar sampah Kota Weda untuk membahas problem tersebut di ruang rapat bupati, Rabu (18/10/2023) pagi tadi.
Ikram menginginkan agar ada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk penanganan sampah di Kota Weda. “Saya mau ada kolaborasi pemerintah dan masyarakat untuk sampah Kota Weda, karena Kota Weda merupakan epicentrum Kabupaten Halteng,” pungkasnya.
Sehingga Ikram meminta Kadis DLH Rivani Abdulrajak untuk mengontrol hal ini. “DLH harus sebaik mungkin berikan informasi baik kepada masyarakat terhadap sampah dengan mensosialisasi, bekerja sama dengan camat dan kades serta komunitas untuk penangangan sampah,” jelasnya.
IMS meminta Kadis DLH dapat mengontrol tenaga kebersihan baik tenaga tukang sapu dan tukang potong rumput. “DLH harus mengontrol, misalnya tukang potong rumput tidak saja fokus memotong rumput pinggir jalan saja, tapi semua titik agar terlihat indah sehingga masyarakat enggan membuang sampah sembarang tempat,” tegasnya.
Selain itu juga untuk komunitas sadar sampah, IMS juga berharap DLH bisa bekerjasama dengan mereka agar dapat membuat inovasi penanganan sampah dengan membuat informasi digital masalah sampah, dan membuat tabung-tabung sampah kreasi sendiri.
Bupati juga menambahkan kalo ada penataan kota dengan pembanguan trotoar jalan yang di mulai dari kantor bupati dan akan jalan sampai di dalam Kota Weda.
Sementara itu Kadis DLH Rivani Abdulrajak mengatakan pada tanggal 21 Oktober ini akan dilakukan launching sampah berbasis online. “Peresmian bank sampah dengan kelompok atau komunitas sadar sampah,” tukasnya. (red)


















