Halteng – HUT ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah menjadi salah satu momentum bersejarah bagi pemerintah daerah dalam mengubah wajah tata kelola keuangan daerah yang lebih maju dan moderen.
Pasalnya dengan bangga, Kabupaten Halmahera Tengah menjadi yang pertama di Provinsi Maluku Utara yang secara resmi meluncurkan SP2D Online Terintegrasi..
Peluncuran tersebut menjadi salah satu langkah positif dan menjadi kado istimewa pada HUT ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah tahun 2026, pada Sabtu (31/10/2026).
Langkah besar ini ditandai dengan penekanan tombol sirine dimulainya peluncuran SP2D Online yang ditekan bersama oleh Bupati Ikram Malan Sangadji, Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Daerah (P2KD Kemendagri) Simon Saimima, S.STP., M.Si, Direksi PT Bank Maluku Malut Abidin Ali, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Wabup Halteng Ahlan Djumadil dan Sekda Bahri Sudirman.
Hal ini menjadi pijakan penting dalam mendorong digitalisasi keuangan daerah sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola yang lebih bersih dan akuntabel.
Kepala BPKAD Halteng Muh. Fitra U. Ali saat dikonfirmasi menegaskan bahwa peluncuran ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. “Peluncuran ini menjadi bagian dari pelaksanaan aksi SIPD dengan tujuan utama meningkatkan good and clean governance dalam pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa SP2D Online merupakan bukti nyata bahwa transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah bisa dilaksanakan secara konkret. “Selain mempercepat proses transaksi belanja pemerintah daerah, sistem ini juga memudahkan pengawasan dan mempersempit celah praktik koruptif,” terangnya.
“Selain memperkuat pencegahan korupsi, sistem ini juga memberikan akses data keuangan secara terbuka bagi kementerian teknis dan lembaga pengawasan,” pungkasnya.
Fitra juga menegaskan pentingnya SIPD sebagai alat bantu pengambilan keputusan berbasis data. “Penggunaan SPID online ini harus kita wujudkan bersama. Dengan demikian asas transparansi akan terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama. Komitmen yang kita laksanakan bersama hari ini dapat berlangsung baik dan menghasilkan kinerja yang lebih baik,” ujarnya.
“SP2D Online adalah simbol dari komitmen bersama untuk menghadirkan pemerintahan daerah yang lebih bersih dan terpercaya,” ujarnya.
Dimana, secara nasional saat ini sudah 379 Pemda yang terintegrasi terdiri dari 30 Provinsi, 68 Kota dan 281 Kabupaten dan Halmaherta
Tengah menjadi yang ke 282 dan yang pertama di Provinsi Maluku Utara.
Inovasi strategis hasil kolaborasi gemilang antara Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah melalui BPKAD bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan PT Bank Maluku Malut ini bukan sekadar pembaruan sistem.
Ini adalah langkah revolusioner untuk memangkas birokrasi yang panjang, menutup celah kesalahan administrasi, serta memastikan setiap rupiah keuangan daerah dikelola secara cepat, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat Fagogoru. “Semoga langkah besar di usia ke-36 tahun ini membawa
Kabupaten Halmahera Tengah semakin efisien, transparan, dan terdepan dalam pelayanan publik,” tuturnya. (red)










