Kembali Gelar Rakor Penyusunan RPIP Kawasan Industri Teluk Weda

WEDA – Kabupaten Halmahera Tengah adalah salah satu daerah strategis kawasan industri yang menjadi fokus pembangunan infrastruktur prioritas nasional, khususnya infrastruktur pendukung transformasi ekonomi guna mengakselerasi tumbuhnya sentra ekonomi baru di Indonesia.
Dalam rangka percepatan realisasi program tersebut Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR bersama Pemkab Halteng melaksanakan Rakor Penyusunan Rencana Pembangunan Infrastruktur Pemukiman Pendukung Kawasan Industri Teluk Weda melalui zoom meeting, Selasa (8/8/2023).
Terkait hal itu menurut Kepala Bapelitbangda Halteng, Salim Kamaludin saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa rakor tersebut merupakan tindak lanjut dari FGD yang sudah dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2023 lalu sehingga dibutuhkan konfirmasi tentang reknis kriteria. “Reknis kriteria itu adalah lokasi, tipikal, skema termasuk ketersediaan lahan maupun kesiapannya,” jelas Salim.
Salim juga mengatakan di dalam pembahasan rakor ini melalui zoom meeting untuk memastikan lahan, lokasinya kemudian kebutuhan-kebutuhan apa saja di kawasan lingkar tambang khususnya di Lelilef Sawai dan Lelilef Woebulan. “Disitu adalah kebutuhan ruang terbuka hijau, kemudian bagaimana pemukiman yang bersih, sanitasi, drainase dan kebersihan lingkungan termasuk di dalamnya adalah rencana bagaimana penanganan memberikan ruang kepada masyarakat disekitar,” tandasnya.
“Misalnya tempat baca, sarana olahraga. Jadi ada ruang publik yang bisa diintegrasikan dengan RPIP ini. Nah, inilah langkah-langkah yang dibuat, konsen pemda terhadap daerah dan pemda memiliki kewajiban dan bertanggungjawab untuk melakukan sinkronisasi ini,” tegasnya.
Salim juga mengaku sudah muncul ada kebijakan-kebijakan yang akan ditangani langsung oleh Kementerian PUPR melalui Dirjen Cipta Karya yaitu pembangunan jalan dalam lingkungan, pembangunan drainase, penyediaan lokasi sampah, termasuk rencana kawasan atau lokasi ekonomi lainnya. “Mudah-mudahan setelah rencana ini bisa selesai dengan kelengkapan administrasinya sehingga diperkirakan tahun ini sudah ada aksi pembangunan,” tuturnya.
Program tersebut difokuskan pada dua desa di Weda Tengah yaitu desa Lelilef Sawai dan desa Lelilef Woebulan. “Setelah dilakukan kajian merupakan desa yang menjadi prioritas yang sangat mendesak,” tukasnya.
Hadir dalam rakor diantaranya Kepala Bappelitbangda Salim Kamaludin, Kadis DLH Rivani Abdurajak, Kadis Perikanan Mufti Murhum, Kades Lelilef Weobulan dan Tim terpadu RPIP dari Kementerian PUPR, Dirjen Cipta Karya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *