Ternate– Kapal jenis sea rider milik Basarnas Ternate, Maluku Utara, dikabarkan meledak di perairan Gita, Kota Tidore Kepulauan, Minggu malam sekira pukul 23:00 WIT.
Insidean naas itu terjadi saat speedboat dalam perjalanan untuk melakukan evakuasi nelayan yang mengalami mati mesin longboat.
Dari informasi yang diterima kru zonatimur.id , ladakan terjadi saat speedboat sedang dalam posisi melaju dan ditumpangi oleh 11 tim evakuasi.
Dalam ledakan itu, Tiga orang dilaporkan meninggal dunia diantaranya. anggota Ditpolairud Polda Malut Bharatu Mardi Hadji, serta anggota Basarnas Fadli M Malagapi dan M Riski Esa.
Sedangkan satu korban masih dinyatakan hilang dan dalam upaya pencarian, yakni jurnalis Metro TV Sahril Helmi.
Korban selamat sebanyak tujuh orang dievakuasi ke Gita untuk mendapatkan perawatan medis fasilitas kesehatan. Mereka adalah Kasi Ops Basarnas M Syahran Laturua, Ryan Azur Ali (PNS SAR Kota Ternate), Hamja Djirun (PNS SAR Kota Ternate), Darmanto rauf (PNS SAR Kota Ternate), Maretang (PNS SAR Kota Ternate), Bripka Irwan Idris (anggota Dit Polairud Polda Malut), dan Bripda Putra Nusantara Ruslan (anggota Dit Polairud).
Para korban selamat awalnya ditemukan kapal cepat KM Cantika Lestari 10 yang bertolak dari pelabuhan Gita menuju Manado. Korban lantas dievakuasi ke pelabuhan Gita dan mendapat perawatan medis di Puskeskas Payahe.
Selanjutnya para korban dievakuasi KM Pandudewanata ke Ternate. Sedangkan upaya pencarian terhadap korban hilang masih dilakukan.
Terpisah, Kepala Basarnas Ternate, Iwan, belum memberikan tanggapan resmi sampai berita ini ditayangkan. (MI)










