Foto : Membludak masa pendukung Cabup dan Cawabup IMS-ADIL di Kecamatan Patani.
WEDA – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Ikram M Sangadji dan Ahlan Djumadil (IMS-ADIL) menyampaikan rasa hormat kepada ibu-ibu di Kecamatan Patani yang begitu antusias menyambut keduanya sebagai bukti kecintaan kepada keduanya. “Saya menyampaikan rasa hormat kepada ibu-ibu mulai dari Sif sampai Bakayaja yang begitu semangat menyambut kami (IMS-ADIL),” ucap Cawabup Ahlan Djumadil di gedung serbaguna desa Kipai, Kecamatan Patani.
Ketua Gerindra Halteng itu mengatakan bahwa majunya IMS-ADIL pada pilkada Halteng tidak lain dan tidak bukan hanya untuk membangun anak bangsa yang lahir di Halteng dengan membawa visi besar Prabowo sebagai Ketua Umum DPP Gerindra dan juga Presiden Terpilih. “Kenapa IMS memberikan insentif kepada ibu hamil dan menyusui, tujuannya agar mencerdaskan anak bangsa sehingga sehat dan kuat untuk menjadi generasi emas Halteng kedepan,” tegas Ahlan.
Sementara perihal program rumah layak huni (RLH), Ahlan mengaku itu bukan program yang masih dalam angan-angan, namun IMS sudah menjalankannya semenjak menjabat sebagai Pj Bupati Halteng selama satu tahun tujuh bulan. “Jadi ke depan akan dibangun RLH yang sudah ada tehel dan perabot rumah,” sebutnya.
“Jadi saya mau bilang ketika Golkar diberikan kepada IMS-ADIL maka ketika itu kemenangan IMS-ADIL dimulai dari situ,” tutur Ahlan.
Selain itu juga, sebagai Ketua Gerindra Halteng, Ahlan mengingatkan pada tanggal 20 Oktober 2024 akan dilantik presiden ke 8, yaitu Prabowo Subianto yang rekomendasinya partainya saat ini diberikan kepada IMS-ADIL. “Jadi rekomendasi Gerindra kepada IMS-ADIL itu ditandatangi langsung oleh Prabowo Subianto,” tandasnya.
Senada Cabup Ikram M Sangadji, mengawali sambutannya, menyapa warga Patani dengan bahasa Patani kabar fatoa, sehat le yang disambut ribuan pendukung yang memadati gedung serbaguna Kipai.
Tadi pak Ahlan sudah berapi-api begitu juga Sakir Ahmad ketua DPD II Golkar Halteng. “Jadi saya mau bilang, Saya datang disini (Halteng) ngoni tidak pilih tapi saya bangun Halteng walaupun hanya 1 tahun tujuh bulan, apalagi saya terpilih. Itu lebih hebat lagi,” pungkas IMS disambut teriakan IMS-ADIL lantik.
Segudang pengalaman memegang jabatan di Kementrian dengan kondisi Halteng yang secara geografis kabupaten kategori penduduk yang masih tergolong kecil itu bisa di manage dengan baik olehnya. “Jadi untuk kerja dan membangun Halteng ini cepat dan tidak susah. Karena saya sudah terbiasa bekerja dalam lingkup Indonesia (kementerian),” bebernya.
“Tapi waktu menjabat Pj Bupati waktu saya hanya hanya 1,7 tahun. Jadi saya harus tambah lima tahun untuk itu saya harus maju menjadi Bupati Halteng,” kata IMS.
Selama di kementerian dirinya jarang bertatap muka dengan masyarakat. Namun begitu dirinya ditugaskan di Halteng sebagai Pj Bupati dirinya selalu bertemu dengan masyarakat sehingga muncul kerinduan, kecintaan dan kenyamanan terhadap masyarakat sehingga itu menjadi keinginan dirinya bertahan di Halteng untuk mensejahterakan masyarakat. “Jadi kalau ada yang janji mau bangun rumah saya sudah bangun, bahkan ada insentif ibu hamil, ibu menyusui, insentif lansia dan lain sebaginya,” tuturnya.
Selama tahun 2023 IMS sudah bangun 1552 unit rumah. IMS pun mengaku untuk mencari keadilan di daerah ini sangat sulit. “Dan saya pastikan saya jadi bupati itu tidak akan terjadi, masyarakat Halteng dipastikan sejahtera,” katanya.
Selama menjadi Pj Bupati Halteng dirinya telah melakukan aktifitas selama 536 jam, bahkan terdapat 3.566 orang bercerita langsung dengannya. “Dan saya pastikan, saya tidak ambil satu rupiah pun duit orang Halteng. Tapi duit itu saya kembalikan ke masyarakat Halteng lewat program itu, jadi saya mau orang Halteng kemana mana ada rasa bangga tersendiri,” tandasnya.
“Kalau saya tidak jadi bupati Halteng, saya tako program itu tidak ada lagi,” akunya.
IMS mengaku kedepan jika dirinya bersama Ahlan Djumadil terpilih mereka akan memberikan insentif kehidupan (janda) sebeser 500 ribu perbulan.
Jika mengikuti kenyamanan dirinya akan lebih memilih kembali bekerja di Jakarta, yang kantornya berada di lantai 15. Pagi, siang dan malam sudah disajikan makanan di meja. Naik lift dan mobil dengan fasilitas terbaik, jarang terkena sinar matahari, terkecuali Sabtu dan Minggu. “Kalau mau ikut saya pe sanang, saya tidak disini saya pulang ke Jakarta dan berkantor di lantai 15. Pagi siang dan malam makanan sudah disajikan di meja. Naik lif naik mobil seperti itu terus, jarang kena matahari kecuali Sabtu dan Minggu. Tapi saya melepaskan kenyamanan itu untuk memilih bersama masyarakat Halteng untuk mensejahterakan masyarakat,” tegasnya.
IMS juga menegaskan tidak memaksa masyarakat untuk memilih IMS-ADIL, tapi Ia yakin pilihan masyarakat Patani khusunya dan Halteng pada umumnya tetap memilih IMS-ADIL karena hati nurani. “Kalau hati kalian tergerak marah melihat ketidak adilan, maka kita adalah kawan IMS-ADIL. Untuk itu mari kita menangkan IMS-ADIL untuk mensejahterakan masyarakat Halteng,” tutupnya. (red)










