Dua Kasus Bunuh Diri di Weda Tengah Ditemukan Dua Hari Berturut-turut

Halteng – Masyarakat Kecamatan Weda Tengah diguncang oleh serangkaian kejadian tragis yang melibatkan tindakan bunuh diri.

Kasus tersebut melibatkan seorang remaja pekerja atau karyawan industri pertambangan IWIP di Lelilef berinisial AS alias Apolos (25) yang ditemukan tewas gantung diri di kos-kosannya di desa Lelilef Sawai, pada Minggu (30/11/2025).

Kejadian serupa kembali terjadi hanya sehari setelahnya, kita seorang pria benisial FL alias Fadly ditemukan tewas di samping kamar mandi kos-kosannya di desa Lelilef Waibulan, pada Senin (1/12/2025) sekitar pukul 04.30 WIT dinihari tadi.

Kejadian tersebut dibenarkan aparat kepolisian Polres Halmahera Tengah. “Kami menerima laporan mengenai gantung diri ini pada hari Minggu tanggal 30 November 2025, oleh masyarakat. Korban ditemukan tak bernyawa oleh rekannya,” ucap Kapolres Halteng AKBP Fiat Dedawanto melalui Kasi Humas Ipda Amir Mahmud.

Sementara sehari setelahnya, pada Senin (01/12/2025) pukul 04.30 Wit dinihari tadi, di Desa Waibulan, Kecamatan Weda Tengah juga dilaporkan kejadian gantung diri yang diketahui korban adalah Fadly Lain.

Ipda Amir mengatakan kejadian pertama korban ditemukan oleh saksi Noldi Kabrahanubun (27), Karyawan IWIP dan Ariel Tayana (19) juga karyawan IWIP.

Amir menjelaskan dari keterangan saksi Noldi bahwa sekitar pukul 22.13 WIT, saksi mendapatkan telepon dari ayahnya di Ambon dan meminta bantu saksi untuk mengecek korban di kosannya, karena orang tuanya kawatir. “Kemudian saksi mengecek ke kamar kosan dan mendapati kamar kosan dalam keadaan mati lampu. Lalu saksi bersama Ariel Tayana memanggil korban didepan pintu kosan namun tidak dijawab,” jelasnya.

Sementara Ariel Tayana mengatakan sekitar pukul 22.17 Wit saudara Noldi datang ke kos-kosannya dan menanyakan kamar kos korban. Kemudian dirinya memberitahu kamar korban adalah kamar no 5 kemudian saksi Noldi dan Ariel mengetuk dan menelpon korban namun tidak diangkat. “Lalu Ariel mengecek ke bagian belakang kamar kosan korban dan mengambil tangga yang terletak di belakang kamar korban lalu mengecek lewat fentilasi di bagian belakang dan saksi melihat korban sudah tergantung di depan pintu kamar mandi,” ucapnya.

“Kemudian saksi Ariel dan Noldi mendobrak kamar korban dan kemudian menurunkan korban dari tali dan meletakkan korban ke kasurnya,” katanya.

Sementara untuk korban gantung diri di Desa Waibulan Kasi Humas mengatakan, pada Senin (1/12/2025) sekitar pukul 04.30 Wit, telah ditemukan mayat berjenis kelamin laki-laki di salah satu kosan yang ada di Desa lelilef Waibulen Halteng.

Sesuai keterangan saksi Alkenjo bahwa sekitar pukul 03.10 Wit, saksi bersama korban (Fadly) pulang ke kosan di antar oleh Boy, kemudian saksi dan korban masuk ke kamar dan merokok, namun tak lama kemudian korban memberitahukan ke saksi mau pergi ke kamar mandi buang air.

Saksi kemudian tertidur hingga Pukul 03.45 Wit, saksi kemudian terbangun dan menuju kamar mandi kosan untuk buang air.

Namun sampai di kamar mandi, saksi tidak melihat korban ada di kamar mandi. “Saksi kemudian mencari dan melihat ke samping kanan kamar mandi dan ternyata korban sudah tergantung di bantalan kayu,” jelasnya.

“Melihat korban sudah tergantung, saksi langsung naik ke lantai dua kosan untuk memberi tahu bos konter tempat saksi dan korban bekerja,” ucap juru bicara polres Halteng itu.

Sementara keterangan saksi Boy Fransisko, bahwa sekitar pukul 01.00 Wit kedua saksi dan korban pergi minum minuman keras di Desa Lelilef Waibulan kemudian setelah selesai minum saksi mengantar saudara Alkenjo dan korban ke kosan.

Kemudian saksi pulang ke toko Ternatecom. Kemudian sekitar pukul 03.10 Wit, Saksi ditelepon oleh saudara Alkenjo bahwa teman yang tadi diantar pulang oleh saksi sudah meninggal karena gantung diri di samping kamar kosan.

Langkah-langkah kepoiliisan, turun ke TKP penemuan kemudian memasang Police Line, melaporkan peristiwa tersebut ke pimpinan, menghubungi Kasat Reskrim Polres Halteng untuk langkah-langkah hukum dan identifikasi mayat.

Melaksanakan visum et repertum, berkoordinasi dengan pihak HRD PT.IWIP terkait dengan pemulangan jenazah ke kampung asal. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *