HALTENG – Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah meLaksanakan kegiatan silaturahmi atau halal bihalal. Acara tersebut terbilang istimewa sebab dihadiri dua orang jendela bintang dua sekaligus, yaitu Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Ruruh A. Setyawibawa dan Kapolda Malut Irjen Pol Midi Siswoko.
Dalam kesempatan itu Pj Bupati Halteng Ikram Malan Sangaji (IMS) dalam sambutannya menyampaikan sejumlah progres kegiatan yang telah dia torehkan selama kurang lebih empat bulan menjabat sebagai PJ Bupati Halteng. “Pemerintah tidak bisa jauh dari masyarakat, kalau pemerintah jauh keikutsertaan dan partisipasi terhadap pembangunan akan jauh,” ucap IMS.
IMS juga mengatakan, kedekatan dengan masyarakat itu apa yang harus dilakukan, yaitu kita harus bersama-sama dengan masyarakat. “Bukan berarti semua kemauan masyarakat pemerintah turuti tapi apa yang diinginkan masyarakat harus kita jemput,” jelasnya.

“Jadi kita tidak boleh berada dibelakang masyarakat tapi kita harus berada di depan dan disamping masyarakat,” tegasnya.
Dengan kehadiran Pangdam, Kapolda dan Vice Presiden PT. IWIP Kevin He, kita menunjukkan bahwa Halteng ini tidak hanya ada Pemda saja, tapi ada Forkopimda, ada Polda ada TNI ada Jaksa ada bupati dan DPRD.
Dalam kesempatan itu juga, Ikram menyampaikan bahwa pada tanggal 3 April 2023 lalu Pemda telah tandatangani kerja sama antara Pemda Halteng dengan pemerintah Wengzhou, RRC terkait dengan pengembangan industri hilirisasi kawasan tambang Kabupaten Halteng. “Dan Alhamdulillah malam ini lampu kita tidak padam karena kita sudah membagi tiga panel listrik,” sebutnya.
Untuk kawasan Weda Tengah sampai Weda Utara itu melalui suplai PLTU dari IWIP, kemudian lagi penyambungan dari Weda Timur sampai ke Patani Timur. “Sekarang PLN melakukan penyambungan instalasi listrik karena selama ini listrik jaringan PLN adalah jaringan PLTD kemudian instalasinya tidak terbungkus sehingga per 1 April 2023 pergantian instalasi. Sehingga ada beberapa kali terjadi pemadaman,” akunya.
Kemudian pada klaster kedua adalah Weda Tengah. “Saya juga sudah sepakat dengan pak Kevin, pada tanggal 23 April pada saat idul Fitri kemarin, air bersih juga akan dibangun oleh IWIP. Saya minta adalah minum, bukan cuma cuci dan mandi tapi juga minum,” pungkasnya.
Sementara itu, IMS mengaku kedepan pihaknya akan membangun politeknik. Dan RSUD Weda itu akan dijadikan rumah sakit rujukan internasional. “Perlu diketahui juga beberapa hari kedepan ada 20 bidan akan berangkat ke Shanghai, China. Tour visit ke tiga provinsi,” tandasnya.

Tak itu saja, untuk mempercepat proses penanganan traumatik di wilayah Weda Tengah akan kita bangun Puskemas berskala internasional. “Itu akan disertai dengan tiga tower, yaitu dua tower untuk masyarakat dan satu tower untuk keluarga pasien,” tambah IMS.
Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap Kemenko Marves tersebut mengaku dirinya melakukan itu dengan membuka semua jaringan kerjasama. Bahkan dirinya telah mengambil kebijakan melarang kepala desa untuk mengajukan CSR. “Semua melalui Pemda, karena IWIP bukan hanya milik orang Weda Tengah dan Weda Utara. Tapi IWIP milik semua orang Halteng jadi harus adil,” tegasnya.
“Dan siapa yang bisa menyeimbangkan keadilan itu, itu adalah saya yang bisa melakukannya,” lanjut IMS.
Karena itu dirinya mengeluarkan dua kebijakan, yaitu pkarngam kades menetapkan SKT, dan mengajukan permintaan CSR. “Ini harus saya kontrol, sehingga harus sama-sama bisa dirasakan semua masyarakat,” lanjutnya.
Untuk itu kepada Pangdam dan Kapolda Malut bahwa Halteng ini tidak ada yang namanya pendatang. Tapi yang ada adalah masyarakat Fagogoru, yang berasal dari berbagai daerah yang datang di sini, termasuk saya dan istri. “Jadi tidak ada kerukunan keluarga Maluku, tidak ada kerukunan keluarga kepulauan Sula, dan lainnya. Tapi yang ada adalah masyarakat Fagogoru. Mereka sakit saya sakit, mereka susah saya susah,” terangnya. (red)


















