Camat Oba, Safrudin Naser (Foto:dok:istimewa)
Oba – Sebagai Koordinator Lintas Sektor, Camat Oba Safrudin Naser menanggapi dingin pemberitaan terkait dugaan pungutan liar di Puskemas Payahe. “Terkait berita dugaan pungutan liar di Puskemas Payahe, namun setelah saya kroscek ternyata tidak ada pungutan liar sebagaimana dituliskan dalam berita itu,” ucap Safrudin.
“Hanya saja sedikit saya jelaskan, ada banyak hal yang dibijaki oleh pihak Puskemas Payahe tanpa sepengetahuan keluarga pasien,” akunya.
Safrudin mengatakan, kebijakan Puskesmas Payahe yang dilakukan selama ini seperti ada pengurangan pembiayaan rujukan sesuai perda nomor 4 tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah apa bila pasien BPJS di rujuk ke RSUD Weda (Halteng) itu dikenakan biaya sebesar Rp 1 juta tapi oleh puskesmas hanya membebankan ke pasien Rp 500 ribu. “Pada pengurangan pembiayaan itu ternyata masih ada keluarga pasien yang tidak sanggup, dan itu ada pihak puskesmas melalui Kapus dan jajaran yang ada itu barengan membantu keluarga pasien (transportasi),” katanya.
“Jadi banyak kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pihak Puskesmas Payahe namun ini pun tidak saling menyalahkan, tetapi dijadikan sebagai bagian dari kontrol warga kepada pemerintah dalam hal ini Puskesmas Payahe,” sebutnya.
Kesempatan itu juga Camat Oba mengapresiasi pihak Puskesmas Payahe walaupun banyak tantangan tapi masih tetap tangguh dalam menghadapi itu semua. “Sebagaimana arahan dari Walikota Muhammad Sinen bahwa lini terdepan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat adalah Puskesmas,” tandasnya.
Dirinya juga berharap, banyak temuan soal pembiayaan pasien BPJS yang rujukan ini kalau bisa diperpendek supaya jangan terlalu banyak tahapan. “Karena setiap bulan pihak puskesmas membuat laporan ke dinas, dina ke BPJS lalu pembiayaan itu masuk ke dinas dan disalurkan ke Puskesmas. Prosedur ini terlalu lama, sehingga keluarga pasien menganggap ada pungli dan sebagainya itu,” tuturnya.
Untuk itu lanjut Camat Oba bahwa prosedur yang dijelaskan oleh Kepala Puskesmas melalui berita itu sudah jelas namun saya ingin menambahkan. Karena saya lihat kurang lebih dua bulan ini Puskesmas Payahe menjadi sorotan. “Saya berharap kepada warga jika ada permasalahan terkait itu bisa dikonfirmasikan terlebih dulu ke pihak yang memahami sehingga jangan langsung mengekspos sesuatu yang negatif yang itu belum tentu benar,” tandasnya. (red)


















