Angka Pengangguran di Maluku Utara Turun Menjadi 4,44 Persen

TERNATE – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara merilis data ketenagakerjaan terbaru yang menunjukkan tren positif. Hingga November 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Maluku Utara tercatat sebesar 4,44 persen, mengalami penurunan sebesar 0,11 persen poin dibandingkan posisi Agustus 2025 yang berada di angka 4,55 persen.

​Berdasarkan laporan resmi yang dirilis pada 5 Februari 2026, jumlah angkatan kerja di Maluku Utara saat ini mencapai 699,02 ribu orang.

Dari angka tersebut, sebanyak 668 ribu orang telah terserap di berbagai lapangan kerja, sementara 31,02 ribu orang lainnya masih berstatus pengangguran.

Meskipun angka pengangguran menurun, jumlah angkatan kerja secara keseluruhan menyusut sekitar 6,56 ribu orang dibandingkan periode Agustus lalu.

​Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary, mengungkapkan bahwa struktur lapangan kerja saat ini didominasi oleh tiga sektor utama. Sektor Industri Pengolahan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 25,23 persen. Disusul oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 23,76 persen, serta sektor Perdagangan yang menyumbang 12,23 persen.

​“Meskipun angka pengangguran turun, kita mencatat adanya penurunan pada Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0,92 persen poin, sehingga kini berada di level 68,65 persen,” ujar Simon.

​Dari sisi kualitas pekerjaan, mayoritas penduduk Maluku Utara masih menggantungkan hidup pada sektor informal, dengan proporsi mencapai 63,72 persen. Namun, kabar baik terlihat pada sektor formal yang mencatatkan kenaikan sebesar 0,79 persen poin dibandingkan Agustus 2025, sehingga kini mencapai 36,28 persen.

​Di sisi lain, jumlah Penduduk Usia Kerja (PUK) di Maluku Utara terus bertumbuh. Saat ini, terdapat 1.018,21 ribu orang penduduk usia kerja, meningkat sekitar 3,98 ribu orang dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Sementara tantangan ke depan adalah bagaimana memastikan pertumbuhan jumlah penduduk usia kerja ini selaras dengan ketersediaan lapangan kerja yang berkualitas. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *