Breaking News! Indonesia Juara World Innovative Technology Challenge Ke-9 di Korea, Uril Raih Medali Perunggu Hasil Program Pendidikan IMS

Uril Algiffari bersama teman setimnya menerima medali usai mengikuti olimpiade matematika di Korea Selatan. (Foto:dok.YohanesSuryaOfficial)

Jakarta – Uril Algiffari siswa kelas 7 yang berasal dari Wairoro, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah berhasil meraih medali perunggu pada Olimpiade Matematika tingkat Internasional yang di selenggarakan di Korea Selatan.

Kesuksesan Uril tidak terlepas dari program pendidikan mantan Pj Bupati Halteng Ikram M Sangadji (IMS) meskipun hanya 1,7 bulan menjabat.

Kabar gembira tersebut disampaikan pihak Yohanes Surya (Official) dalam hal ini Gasing yang mengirim tim Indonesia untuk mengikuti World Innovative Technology Challenge ke-9 di Korea pada tanggal 2-3 November 2024.

Alhasil tim Gasing Indonesia berhasil meraih dua medali emas, satu medali perak dan tiga medali perunggu.

Sebagaimana rilis yang dilansir dari Yohanes Surya (Official) menyebutkan Indonesia juara World Innovative Technology Challenge ke-9 di Korea pada tanggal 2-3 Nov 2024, yaitu Medali Emas diraih oleh Felicia Dahayu dari Kabupaten Banyuwangi Kelas 6, Medali Perak diraih oleh Jose Norotouw dari Kota Jayapura Kelas 7 dan Medali Perunggu diraih oleh Cressya Wianopa dari Kabupaten Gunung Mas kelas 7, Esra Samuel Weyai dari Kabupaten Biak Numfor Kelas 7 dan Uril Algifari dari Kabupaten Halmahera Tengah Kelas 7.

Yohanes Surya (Official) menyebutkan uniknya adalah 5 anak ini adalah dari kampung-kampung. Sebelum ikut Gasing mereka sulit berhitung. “Setelah ikut Gasing kami latih mereka matematika lanjutan hingga level yang cukup tinggi (integral, diferensial),” kutip Yohanes Surya (Official) di laman Facebooknya.

“Disela-sela pelatihan matematika ini mereka kami latih bagaimana menulis coding (untuk lomba WITC ini),” tulis di laman tersebut.

Dalam waktu 6 bulan (1 minggu 2 kali @3 -4 jam), mereka sanggup membuat program computer (coding) yang baik sehingga bisa meraih medali bahkan medali emas dalam kompetisi ini. “Ini menunjukan bahwa anak-anak Indonesia memang luar biasa. Berilah kesempatan pada mereka.
Mereka akan terbang tinggi seperti burung Rajawali,” lanjutnya.

Hasil olimpiade matematika itu, Indonesia meraih 2 medali emas sekaligus juara lomba WITC ke-9 ini, Satu emas lagi untuk Indonesia diraih oleh Aiden Dominic siswa BIM (Beasiswa Indonesia Maju) untuk kategori senior. Siswa BIM ini adalah 1 dari 50 siswa yang sedang kami siapkan untuk program studi S1 di top Universitas dunia lewat beasiswa LPDP. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *