Foto: IMS bersama Sekda dan Forkopimda saatelepas rombongan mudik gratis di pelabuhan penyeberangan kelas III Weda tujuan Weda-Patani-Gebe
Zonatimur.id, Halteng – Hingga saat ini sudah tiga tahap Pj Bupati Ikram Malan Sangaji (IMS) telah melepas rombongan mudik gratis yang ia gagas tersebut melalui jalur laut maupun jalur darat.
Data dari Dinas Perhubungan Halteng total pemudik gratis yang tercatat sudah mencapai 772 orang baik mahasiswa dan masyarakat umum (non PNS) yang telah dilepas oleh Pj Bupati Ikram Malan Sangadji.
Kesempatan kali ketiga ini PJ Bupati bersama Forkompimda dan tokoh masyarakat melepas rombongan mudik gratis melalui jalur laut di Pelabuhan Penyebrangan Kelas III Weda (Pelabuhan Feri) menggunakan KMP Arar pada Rabu (19/4/2023) malam sekitar pukul 22.30 Wit.
Didapingi Sekda Yanto M. Asri, Dandim 1512/Weda Letkol Arh. Ali Akbar, Wakapolres Kompol Ranto Eko Mardiyanto, Kasat Lantas Polres Halteng Ipda Irfan Muzaffar Sondani dan tokoh masyarakat Basri Botutu, bersama-sama melepas rombongan pemudik melalui jalur laut tujuan Weda-Patani dan Gebe yang ditandai dengan pengguntigan pita yang dilakukan oleh Basri Botutu.
Dalam kesempatan itu IMS menyampaikan bahwa berkaitan dengan mudik gratis melalui jalur laut salah satu lokasinya di Pelabuhan Feri tujuannya pemda ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa Pelabuhan Penyebrangan Kelas III Weda ini akan menjadi pusat ekonomi, pasalnya hal itu sejalan dengan konsep yang digagasnya kedepan adalah mengembangkan pusat ekonomi Halteng.

Sebab lanjut Ikram Halteng itu ada di tengah-tengah pulau Halmahera. “Ada di tengah-tengah maka sudah pasti semua melintasi di sini. Mudah-mudahan kita saling mendukung, saling mendoakan, saling memahami dan saling kerja sama. Apabila ini bisa terjadi maka sesuatu itu akan jadi lebih baik,” akunya.
Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap Menko Marves juga mengaku alasan kenapa pemda memutuskan kebijakan mudik gratis, maksudnya hanya satu yaitu dirinnya ingin mendekatkan masyarakat dengan pemerintah, agar masyarakat merasakan ada pemerintah. “Jangan sampai masyarakat merasa apatais, secara fisik pemda ada tapi secara batin masyarakat merasa pemda tidak ada. Jadi momen mudik gratis ini membuktikan bahwa pemda selalu hadir bersama masyarakat,” tegas IMS.
Untuk itu selaku PJ Bupati Halteng dan secara pribadi dan keluarga serta seluruh pimpinan OPD, Sekda, Dandim, Wakapolres, mengucapkan selamat idu fitri mohon maaf lahir dan batin. “Semoga seluruh rombongan mudik gratis tiba di tujuan dengan selamat, dan bersukacita dengan keluarga di kampung. Dari sini kami sampaikan salam idul fitri dengan keluarga di kampung,” ucap Ikram.
Dia juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa pemda hanya melaksanakan mudik gratis saja, tidak ada arus balik gratis. Sebab selama ini tidak ada yang namanya arus balik gratis.
Bahkan pengalamannya, dirinnya pernah mengurusi mudik di wilayah Jawa, Kalimantan dan Sumatra. “Jadi kalua cuma hanya ratusan itu terlalu sedikit, saya biasa urusi ribuan bahkan jutaan pemudik,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui usai melepas rombongan mudik gratis, IMS bersama Forkopimda juga melakukan penanaman pohon di Kawasan pelabuhan feri. IMS beralasan penanaman pohon itu bagian dari komitmennya dengan Balai Transportasi Darat. “Nanti kalau penumpang banyak dan tidak ada pohon maka akan kepanasan, sehingga pohon di kawasan Pelabuhan feri sangat penting karena ada tempat untuk berteduh bagi penumpang,” tutup Ikram.
Sementara itu Kadis Perhubugan Mitha Kapitanhitu melaporkan bahwa hingga saat ini Pemda telah melepas rombongan mudik gratis sebanyak tiga tahap melalui jalur laut maupun darat.

Dikatakannya tahap pertama mudik gratis pada Selasa (18/4) pukul 00.00 Wit dengan total pemudik 145 orang dengan menggunakan KM Sunlia tujuan Weda-Patani dan Gebe. Selanjutnya pada tahap kedua, yaitu Selasa (18/4) siang lewat lalur darat sebanyak 370 orang (mahasiwa dan masyarakat umum) dengan menyediakan 45 unit armada mobil minibus.
Selanjutnya pada Rabu (19/4) malam sekitar pukul 22.30 Wit mudik gratis tahap tiga lewat jalur laut menggunakan kapal feri KMP Arar dengan total pemudik sebanyak 257 orang. “Jumlah tersebut membuat kami klosing untuk menghindari overload penumpang, hal itu semata-mata langkah ikhtiar pemerintah untuk menghindari sesuatu yang tidak kita inginkan bersama,” ujar Kadishub.
“Jadi kami mohon maaf kami batasi penumpang mudik gratis melalui kapal feri KMP Arar karena mengantisipasi cuaca di laut yang tidak menentu,” akunya.
Kadishub juga mengaku saat ini telah mengambil langkah antisipatif dengan mengurus asuransi untuk penumpang mudik gratis, hal tersebut adalah bagian antisipasi dari dinas Perhubungan. “Namun harapan kami mudik gratis ini dapat berjalan dengan aman dan lancar tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Mudah-mudahan semuan tiba di tempat tujuan dengan selamat,” harapnya. (red)


















