Silaturahmi sekaligus pembentukan badan pengurus KLB Halteng, Selasa (22/10/2024). (Foto:dok istimewa)
WEDA – Kerukunan Loloda Bersatu (KLB) Kabupaten Halmahera Tengah masa bakti 2024-2026 akhirnya terbentuk.
Alfaren Rivaldo Leki dipercayakan memimpin organisasi kekeluargaan tersebut dalam agenda silaturahmi dan pembentukan badan pengurus definitif KLB yang dipusatkan di desa Gemar, Kecamatan Weda Utara, Selasa (22/10/2024).
Pertemuan itu melahirkan satu keputusan lewat musyawarah dan mufakat dalam hal ini Memilih Ketua UMUM, Sekertaris dan Bendahara umum KLB Halmahera Tengah, yang telah sah dipilih secara demokrasi untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Foto: Kerukunan Loloda Bersatu (KLB) Kabupaten Halmahera Tengah.
Sebagaimana diketahui badan pengurus tersebut adalah Alfaren Rivaldo Leki Ketua Umum KLB Halteng, Titus Tude Sekretaris Umum dan Suparti Raja Bone Bendahara Umum.
Dalam sambutannya Ketua Umum terpilih Kerukunan Loloda Bersatu Rivaldo Leki menyampaikan bahwa pentingnya membangun hubungan yang rukun sesama orang Loloda yang ada di Halmahera Tengah (lingkar tambang). “Sesama orang Loloda harus saling menjaga, saling menghargai dan saling topang menopang dalam setiap hal untuk lebih mempererat hubungan persaudaraan orang Loloda dari desa Igo sampai Bosala,” ucapnya.
Dikatakannya bahwa KLB sendiri didalamnya terdapat 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Loloda selatan, Loloda Tengah, Loloda Utara, Loloda Kepulauan, dan Loloda Timur.
Rivaldo Leki juga menegaskan bahwa persatuan dan kebersamaan harus kita jaga dan tingkatkan secara bersama-sama untuk memperjuangkan negeri NGORANA MA BENO (Loloda).
Rivaldo mendapatkan dukungan dari semua orang Loloda yang hadir dalam agenda tersebut dengan harapan memberikan yang terbaik buat Kerukunan Loloda Bersatu KLB Halteng. “Harapan besar saya, semoga KLB Halteng dapat memberikan dampak positif bagi semua orang Loloda yang ada di Halmahera Tengah (lingkar tambang),” harapnya.
Dan lanjut Rivaldo akan berusaha untuk bisa mendorong pembangunan rumah-rumah ibadah di tiap-tiap desa Se-Loloda, adat dan budaya juga hal-hal kemanusiaan lainnya. “Mari tetap bersatu untuk kebangkitan Loloda menjadi daerah yang Maju,” pungkasnya.
“Mari moi ngone foturu, wori moi dodagi Desinin. Auuu Yeee,” tutup Rivaldo. (red)










