Inovasi GAROBA SEWA, yang digagas pemerintah Kecamatan Oba.Insert Camat Oba, Safrudin Naser.(Foto:dok:pribadi)
MENCEGAH Lebih Baik daripada Menyesal, itulah kutipan yang disematkan oleh Camat Oba Safrudin Naser terkait kesiapsiagaan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah yang ia pimpin saat ini.
Sebagaimana diketahui, Kecamatan Oba merupakan wilayah yang secara geografis dikelilingi oleh pegunungan dan dialiri oleh banyak sungai. Kondisi ini membuat wilayah Kecamatan Oba rentan terhadap bencana alam, khususnya banjir dan tanah longsor.
Setiap musim penghujan, tidak sedikit pemukiman warga yang terdampak akibat meluapnya sungai maupun longsoran tanah dari perbukitan. Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya bersifat materil, namun juga mengancam keselamatan jiwa masyarakat.

Foto: Infografis tentang inovasi GOROBA SEWA oleh Pemerintah Kecamatan Oba.
Permasalahan ini sebagian besar dipicu oleh kurangnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan, menebang pohon di perbukitan tanpa kontrol, serta membangun rumah di daerah rawan bencana. “Untuk itu, Pemerintah Kecamatan Oba menggagas sebuah inovasi bernama GAROBA SEWA sebagai solusi berkelanjutan yang berbasis pemberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku,” ucap Camat Oba Safrudin Naser.
Safrudin Naser menyampaikan inovasi Goroba Sewa itu memiliki beberapa tujuan, yaitu :
1. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
2. Mendorong budaya hidup bersih dan peduli lingkungan sebagai bentuk mitigasi bencana.
3. Mengurangi risiko banjir dan longsor secara signifikan di wilayah Kecamatan Oba.
4. Membangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait dalam menjaga kelestarian alam.
Selain itu ada pula prinsip dan budaya GAROBA SEWA. Inovasi ini mengajak masyarakat untuk membudayakan enam langkah penting, yaitu:
1. Tanam dan Pelihara Pohon: Pohon berperan penting dalam mencegah erosi dan menjaga keseimbangan air tanah. Gerakan menanam pohon secara berkala menjadi program utama inovasi ini.
2. Buang Sampah pada Tempatnya: Edukasi dan pengawasan terhadap perilaku buang sampah sembarangan, terutama di aliran sungai, menjadi fokus utama untuk mencegah penyumbatan dan luapan air.
3. Rajin Membersihkan Saluran dan Lingkungan: Aksi gotong royong mingguan di setiap desa akan digalakkan untuk menjaga kebersihan saluran air dan lingkungan sekitar.
4. Jangan Bangun Rumah di Pinggir Sungai : Sosialisasi dan pengendalian pemukiman di zona rawan bencana, serta penyusunan peta kawasan rawan, akan dilaksanakan bersama desa.
5. Jangan Menebang Pohon : Sembarangan di Perbukitan
Pemberlakuan pengawasan ketat terhadap penebangan liar serta penyuluhan manfaat konservasi hutan.
6. Sediakan Resapan Air di Setiap Rumah dan Fasilitas Umum : Mendorong pembangunan sumur resapan dan biopori untuk menampung air hujan dan mengurangi limpasan permukaan.
Langkah Implementasi
1. Pembentukan Tim GAROBA SEWA di tingkat kecamatan dan desa.
2. Penyusunan Peta Rawan Bencana berbasis partisipatif.
3. Edukasi dan Sosialisasi Masyarakat melalui penyuluhan, pamflet, dan media sosial.
4. Aksi Bersih Lingkungan dan Tanam Pohon Serentak tiap bulan.
5. Pemberlakuan Regulasi Lokal (misalnya melalui Perdes atau SE Camat) sebagai penguat gerakan.
6. Monitoring dan Evaluasi Berkala oleh tim kecamatan dan desa.
Harapan
Dengan terbentuknya kesadaran dan budaya tanggap terhadap resiko banjir dan longsor melalui inovasi GAROBA SEWA, masyarakat Kecamatan Oba akan lebih siap dan tangguh dalam menghadapi bencana. Inovasi ini bukan sekadar respons jangka pendek, tetapi merupakan upaya transformasi jangka panjang dalam membentuk masyarakat yang peduli, disiplin, dan berdaya dalam menjaga alam dan keselamatannya. (red)










