SOFIFI – Kekecewaan mendalam dirasakan oleh warga di Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. Niat menjalankan ibadah dengan khusyuk di bulan suci Ramadhan terganggu akibat pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN Sofifi secara mendadak.
Warga mengeluhkan bahwa pemadaman ini seolah menjadi rutinitas pada jam-jam krusial, terutama saat masyarakat sedang menunaikan ibadah salat Tarawih berjamaah di masjid. Tidak hanya itu, kekhawatiran warga juga tertuju pada waktu-waktu krusial lainnya seperti saat berbuka puasa dan santap sahur.
”Kami sangat menyayangkan kondisi ini. Saat warga sedang sujud salat Tarawih, tiba-tiba lampu padam. Kami berharap PLN bisa mengoptimalkan mesin mereka agar tidak ada lagi pemadaman selama bulan Ramadhan, apalagi saat kami sedang beribadah atau bersiap sahur,” ujar salah satu warga Oba.
Masyarakat mendesak PLN Sofifi untuk segera melakukan langkah antisipasi dan pemeliharaan mesin secara maksimal guna menjamin pasokan listrik tetap stabil selama satu bulan penuh ke depan.
Desak Pemerintah dan DPRD Bertindak
Merespons kondisi yang berulang ini, warga meminta Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Gubernur Maluku Utara, hingga DPRD untuk tidak tinggal diam. Warga menuntut pihak berwenang segera memanggil Kepala PLN Sofifi guna memberikan penjelasan resmi serta solusi konkret atas ketidaknyamanan ini.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah nyata dari pihak PLN maupun pemerintah daerah agar sisa hari di bulan Ramadhan tahun ini dapat dijalankan dengan terang benderang tanpa gangguan pemadaman. (Red)










