Sidang Penetapan 2 ODCB di Ternate Sukses di Gelar

Ternate,- Sidang penetapan Objek Diduga Struktur Cagar Budaya Benteng Kastela Ternate dan Bangunan Cagar Budaya Ngara Lamo untuk kategori peringkat Kota Ternate berlangsung sukses.

Sidang tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Perbantuan Kota Ternate, Nurachman Iriyanto.

Rinto Taib selaku Kepala Museum Sejarah Ternate, sekaligus tim penyusun mengatakan bahwa kedua ODCB yang telah ditetapkan tersebut memiliki nilai sejarah penting tidak hanya bagi Kota Ternate dan Indonesia semata melainkan juga bagi dunia global ketika era kolonialisme dimasa lalu.

“Benteng Kastela misalnya telah lama dikenal sebagai ibukota Spanyol di Maluku yang diperhitungkan dalam jalur perdagangan rempah dimasa itu memiliki berbagai sarana dan prasarana pendukung yang terbilang moderen pada masanya,” ujar Rinto.

Kastela Ternate, lanjut Rinto, seolah representasi peradaban mini Spanyol diluar kerajaan sang ratu Isabela ketika itu.

“Kastela Ternate dimasa itu dalam perkembangannya telah memiliki sekolah Teologia yang dapat kita sebut sebagai sekolah modern pertama di Nusantara ketika itu, Gereja dan Chapel hingga rumah sakit adalah bagian yang tak terpisahkan sebagai kesatuannya,” timpalnya.

Menurut Rinto pasca penetapan struktur benteng Kastela ini maka diharapkan mampuh menjawab berbagai misteri yang melingkupinya melalui kajian mendalam seperti tentang berbagai hal terutama yang berkaitan dengan bagaimana kehidupan para pemukim di dalam benteng ketika itu maupun situasi relasional (politik, budaya, agama, sosial kemasyarakatan) hingga transaksional secara ekonomis yang memberi keuntungan bagi Spanyol maupun bagi masyarakat sekitar benteng tersebut.

“Lantas bagaimana mekanisme atau prosedur pembagian tugas diantara puluhan bahkan ratusan prajurit yang siaga dalam benteng? Bagaimana struktur (khirarkhi) militer dan pelapisan sosial yang terbangun saat itu?, dan lain-lain sebagainya,” tambahnya.

Dengan demikian menurut Rinto, dari sinilah tidak sekedar dapat memahami tentang Kastela sebatas sebuah benteng dan pertahanan, strategi perang, taktik dan syiar agama (Katolik) hingga urusan perdagangan, melainkan pula terkait dengan ikhwal politik ekonomi dan kebebasan beragama.

Rinto juga berharap semoga dikemudian akan ada kajian mendalam tentang situs sejarah dan warisan budaya Kota Ternate dengan dukungan segala sumber daya tentunya.

“Dan kedua ODCB yang baru saja ditetapkan tersebut akan segera diterbitkan Surat Keputusan Wali Kota di momen istimewa dalam rangkaian perayaan hari kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17 Agustus 2025 nanti,” tutupnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *