Kondisi korban pengeroyokan yang tergeletak di jalan raya desa Masure.(Foto:dok:ZT)
Weda – Rizal Mansur (38) menjadi korban pengeroyokan di desa Masure, Kecamatan Patani Timur hingga meninggal dunia sesaat setelah dilarikan ke Puskesmas Damuli.
Kapolres Halteng AKBP Aditya Kurniawan, SH S.I.K melalui Kasi Humas Ipda Ramli Soleman membenarkan hal tersebut.
Kasi Humas mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu 30 April 2025 sekitar pukul 15.00 Wit bertempat di desa Masure. “Telah terjadi pengeroyokan dan mengakibatkan meninggal dunia terhadap salah seorang laki-laki atas nama Rizal Mansur,” ucapnya.
“Korban meninggal dunia sekitar pukul 17.25 Wit setelah sempat mendapat perawatan di Puskesmas Damuli,” katanya.
Ipda Ramli menjelaskan kronologi singkat bahwa pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 14.30 Wit oleh masyarakat Desa Masure terhadap seorang laki-laki atas nama Rizal Mansur hingga tak sadarkan diri.
Kemudian Polsek Patani yang mendapat informasi dari masyarakat langsung menuju ke lokasi kejadian. Tiba di TKP (tempat kejadian perkara) aparat kepolisian menemukan korban tergeletak di atas jalan raya dengan keadaan luka sobek dibagian kepala dan kaki terikat. “Jadi pada pukul 15.20 Wit personil Polsek Patani tiba di lokasi dan menemukan korban sudah tergeletak di atas jalan dengan keadaan luka sobek dibagian kepala dengan kaki terikat,” jelasnya.
Personil Polsek Patani mengamankan korban dan membawa ke Puskesmas Damuli guna mendapatkan perawatan medis.
Dikatakannya, bahwa langkah-langkah yang dilakukan kepolisian adalah mendatangi TKP, mengamankan korban, membuat laporan dan melaporkan kepada pimpinan. “Pada pukul 17.25 Wit, korban meninggal dunia di Puskesmas Damuli disebabkan pendarahan di bagian kepala belakang,” akunya.
Kasi Humas juga mengatakan, keluarga korban datang di Puskesmas Damuli guna mengambil jenazah korban untuk di bawa ke rumah duka Desa Tepeleo, Kecamatan Patani Utara. “Saat ini sat Reskrim polres Halteng suda turun ke TKP dan proses penyidikan,” tutupnya. (red)










