Foto: PJ Bupati Ikram Malan Sangadji saat meletakkan batu pertama pembangunan rumah Daud Kamari Warga Desa Blifitu Kecamatan Patani Utara
DAUD Kamari (45) salah satu warga Desa Blifitu, Kecamatan Patani Utara tak henti-henti mengucap sukur dan berterimakasih kepada PJ Bupati Ikram Malan Sangadji (IMS).
Betapa tidak dirinya dan keluarganya tak menyangka ruma yang mereka tinggali selama ini mendapat perhatian khusus atau direhab total.
Daud seakan tak percaya dan ragu, namun keraguannya itu terjawab setelah dilakukan peletakan batu pertama ditandai pembangunan rumahnya itu.
Lebih tak disangka lagi oleh Daud adalah pembangunan rumahnya itu langsung dihadiri PJ Bupati Halteng Ikram Malan Sangadji (IMS), yang meletakan batu pertama pembangunan rumahnya.

Pj Bupati Ikram Malan Sangadji (IMS) melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni salah satu warga Desa Blifitu, Kecamatan Patani Utara pada Sabtu (5/5/2023).
Peletakan batu pertama itu juga menandai dimulainya program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 116 tahun 2023 oleh Kodim 1512/Weda.
TMMD juga merupakan salah satu
program pemberdayaan masyarakat yang sinergis dengan program-program pemerintah. Diantaranya pengentasan kemiskinan dan sebagainya.
Rumah yang direhab total lewat program TMMD itu diketahui milik keluarga Daud Kamari (45) dan Sanawia Mamaras (40).
Diketahui rumah Daud dipilih untuk direhab karena memang sudah dalam kondisi rusak berat. Bahkan Daud mengalami kebutaan total lantaran musibah yang dia alami kurang lebih 20 tahun silam saat dirinya saat beraktivitas di kebun.
Sejak perisitiwa itu Daud tak lagi bisa melihat alias mengalami kebutaan total. Meski demikian Daud tampak tegar menjalani hidup dan membina biduk rumah tangganya hingga saat ini.
Ketika mendengar informasi bahwa rumahnya direnovasi, dia sangat tidak menyangka. “Saya tak sangka-sangka kalau rumah direhab total lewat program TMMD ini,” ucap Daud.
Lebih haru lagi, ketika Daud disambangi langsung oleh orang nomor satu di Halteng itu. Suasana penuh keakraban. IMS merangkul dan berbincang dengannya. “Terimakasih pak bupati atas kepedulian kepada saya dan keluarga saya,” tuturnya.
Ayah dari Fahrul (3), Fardi (20) dan Fahrizal (23) itu meskipun dengan keterbatasan itu Daud tak patah semangat dirinya tetap semangat bahkan anak tertuanya sudah lulus SMA.
Bapak empat anak itu juga tampak humoris. Ketika dicandai Bupati perihal anaknya yang sudah empat orang agar diminta istirahat. Namun Daud menimpal dengan candaan kegiatan masih jalan jadi belum bisa istirahat. “Tetangga sini, sering panggil anak saya yang ke empat onco, saya bilang pa dorang, masih mau tambah anak jadi jang dulu panggil anak ke empat ini onco (anak yang paling bungsu),” timpal Daud disambut tawa PJ Bupati bersama Dandim.

Rasa haru juga dirasa Sanawia Mamaras. Untuk itu dirinya sangat berterimakasih kepada PJ Bupati. “Torang tra bisa berkata-kata, hanya ucapan terimakasih kepada pak Bupati. Semoga pak bupati selalu sehat, umur panjang dan banyak rezeki,” tutur Sanawia.
Kesempatan itu juga, PJ Bupati mengatakan selesai kegiatan TMMD, Daud akan dibawa berobat ke dokter mata di Ternate. “Selesai TMMD, pak Dandim bawa berobat mata ke Ternate. Mau ya,” ujar IMS.
“Insyaallah saya mau pak bupati,” sambut Daud mengiyakan ajakan bupati itu.
PJ Bupati juga berharap kepada Sanawia agar selalu membawa anaknya ke posyandu. “Ibu juga harus sering dibuatkan sayur-mayur agar anak tetap sehat dan kuat,” terangnya.
Sementara itu Dandim 1512/Weda Letkol Arh. Ali Akbar mengatakan, TMMD 2023 merupakan salah satu bentuk dari kegiatan bhakti TNI yang melibatkan lintas instansi dan masyarakat. Ini juga wujud komitmen moral TNI dan pemerintah kepada rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan serta kemajuan masyarakat. “Kegiatan TMMD ini secara rutin dilaksanakan setiap tahun dan telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal ini sejalan dengan upaya kita dalam percepatan dan pemerataan,” ucapnya.
Letkol Ali mengaku rumah yang direhab melalui program TMMD di Desa Blifitu sebanyak 10 unit. “Salah satunya adalah rumah milik Daud itu,” katanya.
Selain di Blifitu, Kecamatan Patani Utara juga ada di Desa Yeisowo dan Bakajaya, Kecamatan Patani.
Tak itu saja, rumah yang dibangun tersebut merupakan tipe 36, kapasitas dua kamar lengkap dengan dapur dan kamar mandi serta WC. “Ini tipe 36 (dua kamar lengkap dengan dapur),” singkat Plt. Kadis PUPR Arif Djalaluddin. (***)


















