Bupati Ikram M Sangadji pimpinan apel pagi, Senin (5/5/2025).(Foto:dok:ZT)
Weda – Disiplin kerja dan integritas menjadi tolak ukur bagi seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) melaksanakan tugas dan tanggungjawab dalam melakukan pelayanan publik. “Disiplin yang telah diterapkan selama ini harus terus ditingkatkan setiap saat. Artinya setiap ASN harus disiplin masuk dan keluar kantor, disiplin administrasi dan disiplin melaksanakan tugas sesuai job description masing-masing,” Demikian disampaikan Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji (IMS) saat memimpin apel pagi di lapangan upacara kantor bupati pada Senin (5/5/2025).
Apel pagi tersebut dihadiri Wakil Bupati Ahlan Djumadil, Sekda Bahri Sudirman dan para asisten, staf ahli dan pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah).
Dalam arahannya, IMS menyampaikan beberapa poin krusial yang harus menjadi perhatian seluruh ASN, yakni kedisiplinan pegawai dan integritas. Ia meminta agar seluruh ASN di lingkup Pemda Halteng terus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.
Dikatakannya bahwa ASN adalah eksekutor di tingkat bawah sehingga tanggungjawab kinerja itu sangat penting. Sehingga Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang diberikan tidak cuma-cuma alias berbanding lurus dengan kinerja masing-masing ASN. “Jadi TPP itu bukan persoalan besar atau kecil, tapi persoalan tanggung jawab. Kalian adalah eksekutor di bagian bawah,” jelasnya.
IMS juga mengingatkan agar seorang ASN itu jangan menjadi provokator. Sebab belakangan terdengar kabar bahwa program pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) sudah tidak jalan. “Ada yang jadi provokator soal program pembangunan RLH. Setelah saya turun lapangan dan saya cek, saya tahu semuanya. Ada yang bilang duit sudah abis, dong so pake dan lain sebagainya,” akunya.
Untuk itu dirinya minta stop fitnah. Sebab dirinya bersama Wakil Bupati serta Sekda hanya meminta tunjukkan disiplin dan kinerja yang baik. “Saya, pak Wakil dan Sekda minta itu ngoni pe kinerja bukan yang lain,” tandasnya.
Apalagi upacara Hardiknas kemarin, ada yang mengaku tidak ada informasi dan pemberitahuan, ini alasan yang tidak masuk akal. “Hari pendidikan nasional itukan tanggal 2 Mei, masa kalian tidak tahu,” tuturnya.
Dikatakannya lagi, bahwa kehadiran ASN pagi ini sangat banyak. Hal ini menandakan ASN lebih takut TPPnya dipotong ketimbang disiplin dan tanggung jawab kinerja. “Apel pagi ini dapa lia masuk banya, ini berati ngoni lebe tako TPP dapa potong ketimbang disiplin kinerja,” sahut IMS.
Terkait dengan itu juga, IMS berjanji akan memberikan kesejahteraan bagi ASN. “Saya janji saya akan berikan kesejahteraan bagi ASN,” pungkasnya.
IMS juga mengaku dirinya bersama Wabup dan Sekda selalu mengeluhkan terkait dengan kedisiplinan ASN. “Saya, Wakil dan Sekda selalu mengeluh, kenapa mengeluh karena kedisiplinan. Kalau disiplin lemah berati berpengaruh pada kinerja,” katanya.
Untuk itu mari buang kebiasaan lama. Lalu bekerja dengan baik dan melayani masyarakat. “Silahkan bapak ibu membawa anak di kantor, itu tidak apa-apa, yang penting kinerja itu berjalan dengan baik,” tandasnya. (red)










