Halteng – Aparat keamanan TNI-Polri yang hingga saat ini standby melakukan pengamanan di desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, rencananya bakal ditarik secara bertahap.
Hal itu dilakukan lantaran situasi dan kondisi pasca bentrok dua desa tersebut saat ini sudah kondusif dan terkendali dengan baik serta berjalan seperti biasa pasca perdamaian yang dilakukan beberapa hari lalu.
Dalam kesempatan menyapa masyarakat desa Sibenpopo sekaligus menyerahkan berbagai bantuan Bupati Ikram M. Sangadji menyampaikan rencana penarikan bertahap pasukan keamanan dari wilayah tersebut.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah menginginkan perdamaian yang lahir dari kesadaran masyarakat, bukan semata karena kehadiran aparat. “Kami tidak ingin perdamaian ini hanya bersifat semu karena adanya aparat. Saya bersama Wakil Bupati dan Sekda ingin memastikan perdamaian ini abadi,” jelasnya.
“Kami akan bertanggung jawab penuh untuk menjaga kondisi tetap aman dan damai,” tegasnya.
Bupati menambahkan bahwa penarikan aparat akan dilakukan secara bertahap, diiringi dengan upaya pemerintah daerah dalam membangun kembali rumah dan infrastruktur, sehingga masyarakat dapat kembali tinggal dengan nyaman.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif menjaga situasi kondusif dengan segera melaporkan setiap informasi atau potensi gangguan keamanan. “Jika ada isu atau hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada saya. Kita harus bersama-sama mencegah provokasi demi menjaga kedamaian di Sibenpopo dan Banemo,” imbaunya.
Lebih lanjut, Bupati berharap peristiwa konflik yang terjadi dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk membangun kehidupan yang lebih baik ke depan. “Kita ingin perdamaian ini menjadi sejarah bagi kita semua, agar anak-anak kita bisa kembali bersekolah, masyarakat bisa bekerja, dan kita memulai kehidupan baru yang lebih baik,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan ekonomi masyarakat, Pemerintah Daerah juga menambah insentif bagi kelompok rentan seperti lansia, janda, ibu hamil dan menyusui, penyandang disabilitas, serta anak yatim piatu. Khusus untuk warga Desa Sibenpopo, diberikan tambahan insentif sehingga bantuan yang diterima menjadi dua kali lipat.
Tidak hanya bantuan materi, Pemda Halteng juga memberikan dukungan moral dan psikologis kepada masyarakat agar dapat bangkit dan menjalani kehidupan secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran pemerintah daerah turut berpartisipasi dalam kerja bakti (kurvei) bersama masyarakat, termasuk pembangunan fondasi rumah, pembersihan lingkungan desa, serta berbagai aktivitas pemulihan lainnya. Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada masyarakat Desa Sibenpopo sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. (red)










