Pj Bupati Halteng Bahri Sudirman membacakan sambutan Menteri Sosial pada upacara memperingati Hari Pahlawan Nasional (HPN) tahun 2024, Selasa (12/11/2024). (Foto:dok.istimewa)
WEDA – Pj Bupati Halmahera Tengah Bahri Sudirman menjadi inspektur upacara (Irup) dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional (HPN) tahun 2024, di halaman kantor Pemkab Halteng, Selasa (12/11/2024).
Pj Bupati membacakan sambutan Menteri Sosial.
Sambutan Menteri Sosial itu disampaikan, bahwa kita patut bersyukur karena di bumi nusantara ini banyak dilahirkan sosok para pahlawan, para mujahid pemberani dengan segala pengorbanannya berhasil membentuk NKRI. “Mereka adalah para patriot bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk mencapai indonesia merdeka, dan kini mewariskannya kepada kita semua untuk diteruskan demi mencapai cita-cita indonesia yang sejahtera, adil dan makmur,” ucapnya.
Menurut Bahri, tema peringatan hari pahlawan tahun 2024 ini “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negeri mu” Tema Ini mengandung makna yang dalam “Teladani pahlawanmu”, berati bahwa semua olah pikiran dan perbuatan harus senantiasa diilhami oleh semangat kepahlawanan adapun “Cintai Negerimu” mengandung makna bahwa apapun bentuk pengabdianmu kita harus memberikan sumbangsih yang berati bagi kemajuan bangsa indonesia.
Terlebih dalam situasi global yang sukar diprediksi ini maka mencintai Negeri adalah juga dengan memperkuat jalinan kesetiakawanan sosial, memperkuat persatuan dan solidaritas sosial, menghidupkan kembali nilai sosial persaudaraan sesama anak bangsa. “Proses perjuangan membangun bangsa senantiasa berbeda bentuknya dan tahun ke tahun hal itu terkait dengan perubahan lingkungan strategis bangsa Indonesia, Pada setiap masa akan berbeda tantangannya, peluangnya, kekuatannya dan keterbatasannya,” ucapnya.
Bahri menjelaskan, ketika dahulu implementasi kepahlawanan adalah dengan semangat menolak, menjebol dan meruntuhkan bangunan struktur kolonialisme penjajah, maka saat ini implementasinya adalah meruntuhkan kultur dan struktur kemiskinan dan kebodohan yang menjadi akan masalah sosial di indonesia. “Oleh karenanya semangat kepahlawanan harus menjalar pada semangat membangun, menciptakan kemakmuran masyarakat, mewujudkan perlindungan sosial sepanjang hayat, mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif untuk rakyat dimanapun berada,” akunya.
“Kemajuan sebuah bangsa bukan saja diukur dari kemampuan mengejar pertumbuhan ekonomi, namun kemajuan sebuah bangsa juga diukur dari kemampuannya mengelola permasalahan sosial,” sambungnya.
Tantangannya ke depan bahwa kita sepakat NKRI adalah untuk masa depan, rumah kita bersama sampai akhir hayat, tentunya ini membuka kesempatan bagi seluruh bangsa Indonesia untuk berbuat yang terbaik dalam koridor menjadikan NKRI sebagai bangsa yang bermartabat dalam pergaulan global. “Siapapun berkesempatan untuk berjuang mempertahankan NKRI dan membangun kemajuan NKRI,” paparnya.
“Mari kita implementasikan sifat-sifat kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial di tengah masyarakat mulai dari diri kita, mulai dari hal yang paling kecil yang dapat berguna bagi masyarakat,” jelasnya. (red)


















