Foto: PJ Bupati Ikram M Sangadji didampingi Kaban Bappelitbangda Salim Kamaluddin
WEDA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) mendapatkan peringkat 2 (dua) Pemerintah Daerah Inovatif Tahun 2023.
Anugrah tersebut diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri Nomor :400.10.11-6287 Tahun 2023 tentang Indeks Inovasi, Kabupaten, Dan Kota Tahun 2023. Dimana Halmahera Tengah yang berada pada urutan ke 135 mendapat nilai 48,86.
Sebagaimana diketahui sesuai laporan hasil penginputan inovasi di sistem IGA 2023 Kabupaten Halteng. Sebagai catatan terdapat 6 kategori OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Inovasi tertinggi, yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), dengan skor 90 atau peringkat 1 (satu), Dinas Kesehatan skor 87 mendapat peringkat 2, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan skor 85 mendapatkan peringkat 3, Dinas Ketahanan Pangan skor 84 meraih peringkat harapan I, Dinas Pengendalian Penduduk, KB dan P3A skor 82 meraih peringkat harian II, Dinas Pendidikan skor 82 meraih peringkat harapan II, dan Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) skor 81 mendapat peringkat harapan III.
Terkait itu, Pj Bupati berharap agar perlu ada upaya lebih maju agar peningkatkan indeks dan nilai inovasi semakin tinggi, banyak hal yang telah kita lakukan dari berbagai kebijakan untuk menuntaskan persoalan yang di hadapi di daerah sebagai wujud komitmen kita terhadap amanah UU nomor 14 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, dalam upaya mewujudkan kebutuhan dasar masyarakat, pelayanan pemerintahan, yang berbasis digital, terarah, terpadu, tersistem mudah di kontrol. “Hal tersebut perlu mendukung dukungan dari seluruh perangkat daerah beserta staf agar dapat membagi habis tugas dan pokok dan fungsi, sejumlah kebijakan dan program utk kepentingan masyarakat jika tidak di ikuti dengan sistem dan dukungan SDM akan jadi hambat,” jelasnya.
IMS juga menginstruksikan agar semua OPD untuk menyiapkan inovasi minimal 2 (one OPD two inovation). “Hal ini di dimaksudkan agar setiap OPD pelaksana program kegiatan agar benar-benar dapat diukur dan mencapai sasaran dan target kinerja yang bisa di ukur dari indeks penilaian yang di lakukan oleh kemendagri,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Bappelitbangda Salim Kamaluddin saat dikonfirmasi menyatakan bahwa proposal dan dokumen inovasi OPD semua di susun oleh OPD masing-masing dengan mengacu kepada 20 indikator pemenuhan inovasi yang masing-masing memiliki skor penilaian. “Sudah kurang lebih 3 x kali Pemkab Halteng mengikuti inovasi sejak tahun 2021 dan saat ini tahun 2023 Halteng memperoleh katagori inovatif,” katanya.
“Kita tetap memberi motivasi kepada semua OPD, agar selalu berinovasi dari program dan kegiatan agar target kinerja dan sasaran program bisa terukur, mulai dari tahapan memulai kegiatan sampai pada tahapan evaluasi dan feed dari masyarakat tentang hasil kegiatan yang di laksanakan, hal.lain yang terpenting adalah dokumen berupa perangkat aturan dan sistem serta dokumentasi yang up-to-date yang merupakan bukti dalam setia kegiatan,” lanjut Salim.
Sebenarnya indeks penilaian inovasi adalah hal biasa dalam setiap proses tahunan, jika OPD terkait mampu menggerakkan dan berkreasi utk memanfaatkan potensi dalam setiap OPD. “Untuk tahun 2023 Pj Bupati memberi penghargaan kepada OPD perolehan nilai tertinggi dengan pemberian sertifikat, plakat dan uang perangsang, agar OPD dalam lingkup halteng akan lebih giat dan berkeinginan untuk membuat inovasi,” katanya.
Dia berharap agar kedepan Halteng lebih baik dan mampu menaikkan kualifikasi penilaian baik dari kuantitas, indeks maupun kualitas inovasi. “Penilaian inovasi daerah merupakan terobosan yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk mendorong kompetisi positif antar pemerintah provinsi dan antar pemerintah Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah,” tandasnya.
“Dengan demikian akan terwujud peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan pembangunan, guna terwujudnya kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Pemerintah pusat berharap bahwa melalui IGA, semakin banyak daerah dan lembaga pemerintahan yang terinspirasi untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Dengan semangat inovasi yang terus ditingkatkan, diharapkan pemerintahan di seluruh Indonesia dapat terus bertransformasi menuju kearah yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dikatakannya, keberadaan IGA juga berfungsi untuk mendorong penerapan good governance dan meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap proses-proses inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah.
Di samping itu kata Salim event ini juga digelar guna memberikan penghargaan kepada Pemerintah Daerah yang berhasil menerapkan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah secara transparan. “Utamanya dalam upaya meningkatkan pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah,” tutup Salim. (red)










