Momen kekeluargaan tampak terasa saat gala dinner yang dilaksanakan PB Fagogoru di Pendopo Falciln, Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, pada Sabtu (11/10/2025) malam tadi. (Foto:dok.istimewa)
Halteng – Pengurus Besar Fagogoru periode 2023-2028 melakukan acara Gala Dinner yang bertajuk Satu Hati Untuk Negeri Fagogoru, yang berlangsung di Pendopo Falcilno, Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, pada Sabtu (11/10/2025) malam pukul 21.00 Wit.
Gala dinner itu dihadiri Bupati Ikram M Sangadji, Wakil Bupati Ahlan Djumadil yang juga Sekjen PB Fagogoru, Sekda Bahri Sudirman yang juga Ketua Presidium PB Fagogoru, Ketua DPRD Halmahera Timur Idrus Maneke selaku Koordinator PB Fagogoru, Mantan Bupati Halteng Edi Langkara bersama Mantan Wakil Bupati Halteng Abd Rahim Odeyani, Anggota DPRD Halteng, dan tamu undangan lainnya.
Amatan media ini Tarian Bon Mayo dari sanggar Kabata menjadi pembuka gala dinner yang begitu indah. Dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dibawakan oleh Ustad Yusuf Hasan.
Terkait kegiatan itu, Sekjen PB Fagogoru Ahlan Djumadil dalam laporannya, menyampaikan bahwa kegiatan gala dinner tersebut dilaksanakan atas kesepakatan bersama pengurus PB Fagogoru. “Terutama teman-teman presidium sama-sama bersepakat bertemu sebelum menuju ke acara pembukaan HUT Kabupaten Halteng ke 35 yang direncanakan pada pekan depan,” ucapnya.
Sehingga lanjut Ahlan bahwa tujuan gala dinner ini untuk menunjukkan kebersamaan kita sebagai anak-anak negeri Fagogoru. “Tentunya malam ini saya selaku Sekjen PB Fagogoru menyampaikan terimakasih kepada tim kecil yang menyiapkan acara ini, di bawah komando Sumarwan Hamid dan teman-temannya,” ujarnya.
“Terimakasih kepada bapak ibu yang telah hadir. Kami selaku pengurus PB Fagogoru memohon maaf jika acara ini kurang berkenan,” jelasnya.
Acara tersebut diselimuti suasana kekeluargaan dan persaudaraan sesama anak negeri fagogoru itu dilanjutkan dengan penyampaian dari Koordinator Presidium PB Faogoru, Idrus Maneke yang juga Ketua DPRD Halmahera Timur.
Idrus Maneken menyampaikan bahwa gala dinner ini dalam rangka silaturahmi untuk menyatukan persaudaraan orang-orang Fagogoru yang ada di Maba, Patani, Gebe, Weda, Gane dan Subaim. “Semoga pertemuan kita malam ini adalah awal dari upaya menyatukan seluruh kekuatan warga fagogoru yang ada di Halmahera Tengah dan di Halmahera Timur, tidak mengenal latar belakang, semua yang menginjakkan kaki, besar, hidup dan berkarya di negeri ini mereka semua adalah keluarga besar Fagogoru yang sama kita cintai,” tegasnya.
Idrus juga menyampaikan acara ini adalah hasil dari pertemuan beberapa malam lalu. Hal ini dimaksudkan bahwa dalam beberapa waktu ke depan akan diadakan kegiatan Fagogoru Open Turnamen (FOT) ke 5. “FOT ke 5 ini berawal dari FOT pertama yang diselenggarakan di Desa Tepeleo, oleh karena itu semangatnya sama, yaitu menyatukan kekuatan rakyat fagogoru, dan menyatukan rasa persaudaraan rakyat fagogoru yang waktu itu kita masih ber Halmahera Tengah,” jelasnya.
Untuk apa penyelenggaraan FOT pertama di Desa Tepeleo itu, yaitu untuk menginformasikan kepada seluruh keluarga besar yang ada di Maba, Patani, Weda, dan Gebe bahwa mahasiswa, pelajar dan keluarga yang ada di Ternate sedang berjuang membentuk Kabupaten Halmahera Timur. “Karena saat itu belum ada media sosial, tidak ada informasi apa yang dibikin di Ternate dan Tidore tidak diketahui oleh masyarakat di pelosok desa, maka FOT itu diselenggarakan untuk menjadi media informasi,” akunya.
“Dan Alhamdulillah sukses, dimana hadir Ketua DPRD Halteng Wahyudin Abdulhamid (almarhum), di hadapan rakyat Fagogoru di Tepeleo, beliau berkomitmen akan membersamai seluruh masyarakat Fagogoru berjuang membentuk Kabupaten Halmahera Timur,” lanjut Idrus.
“Dan alhamdulillah setelah FOT pertama itu, beliau membentuk Pansus, dan hari ini kita nikmarti bersama. Saya sering bilang kita berjuang satu kabupaten kita tapi kita dapat dua kabupaten (Haltim dan Halteng),” tambahnya.
Dalam kurun waktu ke depan kita akan menghelat pembukaan FOT ke 5, yang didukung penuh oleh Bupati Kabupaten Halmahera Tengah Ikram M Sangadji. Karena panitia FOT pertama, kedua, ketiga dan keempat itu panitia pontang panting cari dana untuk menyelenggarakan iven itu. “Tetapi panitia FOT ke 5 ini dudu santai bakarja FOT ke lima langsung jadi,” sebutnya.
“Satu penghargaan atas nama presidium kepada Bupati Halteng atas kesediaan, keseriusan, membina dan mengurus serta mensuport PB Fagogoru untuk menyelenggarakan FOT ke 5 ini,” terangnya.
Dikatakannya, bahwa dalam rangka menghadiri acara ini dirinya dari Maba Pura mengiuti jalur Patani sedankan pak Darso dari Wasilei mengikuti jalur Sofifi dengan jarak tempuh 5 sampai 6 jam. “Padahal dulu orang tua-tua kalau dari Maba mau pigi lia keluarga yang ada di Weda dong bajalang kaki lewat Sagea, waktu itu dong tempuh dua sampai tiga jam bajalan kaki. Dengan dunia begini canggih, dan investasi yang bengini banyak di dua kabupaten ini saya hakulyakin pak bupati Dr. Ikram M Sangadji dan pak Bupati Ubaid Yakub akan membuat wilayah ini kita tempuh dalam kurun waktu satu sampai dua jam, saya hakul yakin 1 dua tahun ke depan,” tandasnya.
“Karena Maba-Sagea itu pak Bupati Haltim Ubaid Yakub sudah bangun 15 kilometer yang bisa dilewati mobil, insyaallah dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama dari Sagea ke tengah-tengah menuju Maba segera di buka,” ujarnya.
Maksudnya adalah Fagogoru hadir tidak sekedar serimoni belaka, paling tidak memberikan support dan pandangan kepada dua pemda ini untuk bagaimana membangun masyarakat Fagogoru untuk menyatukan kita dalam dua pemerintahan yang berbeda sehingga sering kita sebut pemerintahan kembar. “Saya juga menyampaikan permohonan maaf dari pak Bupati dan Wabup Haltim yang tidak sempat hadir pada acara gala dinner ini. Tapi kemarin saat saya ketemu, Bupati dan Wabup siap hadir dengan full timnya seluruh pimpinan OPD untuk menghadiri acara pembukaan FOT ke 5 juga untuk eksebishi Pemda dan DPRD Haltim melawan Pemda dan DPRD Halteng,” katanya.
Idrus menegaskan lagi bahwa pertemuan malam ini untuk mengirim pesan ke seluruh masyarakat Fagogoru dimana saja berada, bahwa yang namanya Fagogoru walaupun berbeda pendapat, berbeda pandangan bahkan berbeda pilihan politik di masa lalu akan tiba waktunya atau tiba saatnya semua itu akan menyatu, untuk membangun kabupaten yang kita cintai, yang sendiri kita perjuangkan. “Untuk apa perjuangan ini yang dilakukan masa itu, yakni dalam rangka kesejahteraan masyarakat yang ada di Haltim dan di Halteng,” pungkasnya. (red)










