Pj Bupati Bahri Sudirman didampingi Plt. Kadis Perikanan melakukan panen ikan air tawar sekaligus penyerahan bantuan sarana prasarana budidaya ikan air tawar Kelompok Parahiangan Kulo Jaya, Kecamatan Weda Tengah. (Foto:dok.diskan)
WEDA – Penjabat Bupati Halmahera Tengah Bahri Sudirman bersama kelompok pembudidaya ikan air tawar Parahiangan Kulo Jaya, Kecamatan Weda Tengah melakukan panen budidaya ikan dan penyerahan bantuan sarana prasarana perikanan budidaya Dinas Perikanan tahun 2024 pada Sabtu (16/11/2024).
Pj Bupati Bahri Sudirman dalam sambutannya menyampaikan bahwa kebutuhan protein dari ikan untuk Halmahera Tengah saja sangat tinggi, dan itu belum sepenuhnya terpenuhi, untuk menjawab tantangan itu, Halmahera Tengah harus mampu memproduksi ikan lebih banyak lagi, terutama dari hasil budidaya. “Kalau kebutuhan ikan di Weda Tengah ini kita pasok, tentu masyarakat kita akan mampu menambah penghasilannya,” ucap Bahri.

Pj Bupati Bahri Sudirman dan Plt. Kadis Perikanan Abdurrhim Yau saat melakukan panen ikan air tawar Kelompok Bidudaya Ikan Air Tawar Parahiangan Kulo Jaya, Kecamatan Weda Tengah.
Dikatakannya, bukan hanya penghasilan saja, bahkan budidaya ikan ini dapat menjadi hiburan keluarga. Kelompok Pembudidaya Ikan yang berada di Kecamatan Weda Tengah harus melihat peluang karena berada di Kawasan Industri. Hasil produksi ikan air tawar ini dapat dipasok untuk Kawasan Industri. “Dan adanya Program Bantuan Makan Gratis pada Tahun 2025 dalam melayani stok protein ikan, untuk itu perlu dikembangkan budidaya ikan air tawar di Desa Kulo Jaya,” katanya.
Mencermati laporan Kepala Dinas Perikanan Halteng, Pj Bupati mengaku sangat memahami atas permasalahan dan kendala yang dihadapi para pembudidaya terkait potensi budidaya darat belum terlalu fokus dan maksimal. “Sektor kelautan dan perikanan ke depan harus kita dorong dan diberikan porsi yang sewajarnya, seiring dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dalam meningkatkan produksi perikanan yang sebagaimana kita harapkan,” jelasnya.
“Adanya bantuan Sarana dan Prasarana Perikanan Budidaya ini mampu meningkatkan semangat para pembudidaya melakukan usaha dan membantu pokdakan yang sedang kesulitan mendapatkan sarana dan prasarana budidaya ikan yang bermutu,” lanjut Bahri.

Foto: Kelompok budidaya ikan air tawar, bidanaan Dinas Perikanan, tampak kolam budidaya ikan air tawar.
Pj Bupati juga menyampaikan, bahwa bantuan yang diserahkan ini diharapkan agar dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai tujuan dan sasaran. Kepada Kepala Dinas Perikanan, Pj Bupati menyampaikan agar pemberdayaan pelaku perikanan dan peningkatan sarana dan prasarana perikanan agar tetap didorong untuk kesejahteraan masyarakat. “Pada kesempatan ini juga saya menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Perikanan atas bantuan yang diberikan pembudidaya ikan semoga bermanfaat ke depan,” ujarnya.
Bahri juga mengaku penyerahan bantuan sarana dan prasarana perikanan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya pembudidaya ikan agar lebih baik. “Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan Rahmat dan Meridhoi upaya kita sekalian,” tutup Bahri.
Sementara itu Plt. Kepala Dinas Perikanan Halteng, Abdurrahim Yau dalam laporannya menyampaikan bahwa panen ikan air tawar Kelompok Pembudidaya Ikan Parahiangan Kulo Jaya merupakan salah satu binaan kelompok Dinas Perikanan Kabupaten Halmahera Tengah. “Pemberian bantuan ini merupakan salah satu upaya maksimal Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Perikanan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya para pelaku usaha kelautan dan perikanan,” pungkasnya.

Foto: Pj Bupati Bahri Sudirman saat memberikan arahan atau sambutan.
“Semoga bantuan ini dapat membantu pengembangan usaha masyarakat khususnya dibidang kelautan dan perikanan Kabupaten Halmahera Tengah,” harapnya.
Abdurrahim juga mengaku, selain panen ikan, juga dilakukan penyerahan bantuan, yaitu 1. Dukungan Sarana Prasarana Kampung Budidaya diserahkan kepada Pokdakan Parahiangan Desa Kulo Jaya, 2. Dukungan Sarana Prasarana Kampung Budidaya diserahkan Kepada Pokdakan Makmur Jaya Desa Woekob, 3. Sarana Prasarana Budidaya Magot diserahkan kepada dari Kelompok BSF Mandiri Desa Woejerana, 4. Motor Tiga Roda (VIAR) Bantuan KKP diserahkan kepada Pokdakan Nila Merah Desa Woejerana, dan 5. Mesin alkon bantuan KKP diserahkan kepada Pokdakan Akejira Desa Woejerana.
Hal itu menurut Plt. Kadis Perikanan bahwa melihat kondisi budidaya air tawar di Kecamatan Weda Tengah sangat bagus bagi pengembangan budidaya perikanan karena berada di kawasan industri, hanya saja perlu sentuhan stakeholder terkait agar bisa lebih sinkron dan sejalan dalam pengembangan perikanan budidaya. “Ikan menjadi sumber protein yang baik bagi pertumbuhan otak bayi dari usia 0 sampai 3 tahun. Sebagaimana yang disampaikan sejumlah ahli gizi konsumsi ikan dapat meningkatkan kecerdasan menuju Indonesia Emas,” tuturnya.
“Untuk itu Dinas Perikanan mendukung program pengembangan perikanan terlebih penerapan teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas ikan air tawar di Kabupaten Halmahera Tengah,” akunya.
Plt Kadis Perikanan juga menyampaikan info singkat kelompok Parahiangan Desa Kulo Jaya dimana Kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) Parahiangan adalah kelompok pembudidaya ikan air tawar dengan komoditi ikan Nila, Ikan Gurame, Ikan lele, Ikan Tawes, Ikan Komet dan Ikan Hias Mas Koi.
Kelompok ini beranggotakan 10 pembudidaya ikan. Selain pembesaran, kelompok ini juga sudah melakukan pembenihan ikan air tawar melalui teknik pembenihan semi buatan. Kelompok ini mengelola 25 kolam budidaya dengan total luas lahan budidaya seluas 15.000 meter persegi dengan total produksi kurang lebih 400 kilogram per bulan.
Dinas Perikanan telah melakukan pendampingan terhadap kelompok ini berupa 1. Pendampingan penerbitan SK Kelompok Pembudidaya Ikan Kelas Pemula, 2. Pendampingan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pembudidaya skala kecil, 3. Penerbitan Kartu Pelaku Usaha Perikanan Kelautan & Perikanan (KUSUKA), 4. Penerbitan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Kelompok Binaan Dinas Perikanan Halmahera Tengah, 5. Peningkatan kapasitas kelompok melalui pelatihan perikanan budidaya, dan 6. Bantuan sapras budidaya ikan air tawar di tahun 2024.
Wilayah pemasaran hasil produksi ikan konsumsi, benih ikan dan ikan hias meliputi Kecamatan Weda Tengah dan Kecamatan Weda (ibukota kabupaten) baik masyarakat maupun perusahaan. Prospek pengembangan kelompok ini adalah pengembangan produksi benih yang akan menjadi unit pembenihan ikan air tawar untuk melayani kebutuhan benih ikan di wilayah Weda Tengah hingga Patani.
Saat ini, pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Perikanan telah mengusulkan pembangunan satu Unit Pembenihan Rakyat (UPR) untuk membudidaya ikan air tawar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025. Rencana Pembangunan UPR di Desa Kulo Jaya nantinya akan dikelola kelompok pembudidaya ikan air tawar (Pokdakan) Prahiangan yang terdiri dari 10 orang anggota.
Abdurrahim mengaku, tujuan pembangunan UPR ini nantinya untuk menumbuhkan motivasi kelompok pembudidaya ikan agar terpacu untuk terus berproduksi. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan benih khususnya di wilayah Kabupaten Halmahera Tengah dan sekitarnya. “Semoga Kelompok Pembudidaya Ikan Parahiangan Desa Kulo Jaya ini disiapkan untuk melayani benih ikan di wilayah Kabupaten Halmahera Tengah,” sebutnya.
Rencana bangunan produksi ukuran 17 x 11 meter persegi dan tanah adalah milik kelompok pembudidaya ikan prahaiangan dan disepakati bersama dengan kelompok budidaya dan kami pemda melalui dinas perikanan, Bak atau wadah produksi sebanyak 10 unit. “Fasilitas lainnya biosecurity, menara air, air ractor, genset, tabung oksigen, timbangan duduk, serok sebanyak 3 buah, has sebanyak tiga buah, pakan induk sebanyak 1000 kilogram, pakan benih 560 kg, calon induk 60 pasang dan ember empat buah,” terangnya.
Di sisi lain, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Kecamatan Weda Tengah akan terus mendapat pendampingan dari Dinas Perikanan, termasuk pelatihan dan pendidikan pembudidaya ikan. Kami berharap ada dukungan dari Pemerintah Desa dengan sentuhan dana desa dalam membantu perekonomian masyarakat yang ada di desa. Kalau tidak digunakan dengan baik, maka kelompok unit pembenihan rakyat ini juga tidak akan berkembang dengan baik. Oleh sebab itu dengan dana desa yang ada bisa membentuk kelompok unit pembenihan rakyat untuk ke depannya.
Dalam hal menunjang produksi perikanan dan untuk mensejahterakan para pelaku usaha perikanan di Kabupaten Halmahera Tengah, khususnya Kecamatan Weda Tengah. “Ini merupakan salah satu bukti kepedulian pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah kepada Pembudidaya Ikan,” tandasnya.
Untuk itu bagi seluruh penerima bantuan, agar dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal. Karena banyak kelompok yang mengajukan bantuan tetapi tidak semua kelompok bisa mendapatkannya. “Dinas Perikanan juga akan mengawasi pemanfaatan bantuan ini lebih lanjut, jangan sampai setelah menerima bantuan lalu dipindah tangankan ke orang lain,” tutup Abdurrahim. (red)


















