Nenek Etelina Badengo saat mengungkap isi hatinya dihadapan cabup nomor urut tiga Ikram M Sangadji saat blusukan di desa Kobe Peplis beberapa waktu lalu. (Foto:istimewa)
WEDA – Ditengah pertemuan kampanye terbatas calon bupati nomor urut-3 Ikram Malan Sangadji di Desa Desa Kobe Peplis (Kobe Pante), Kecamatan Weda Tengah seorang nenek 64 tahun menjadi sorotan.
Meski sudah senja nenek Etelina Badengo memiliki prinsip memilih sosok pemimpin Halmahera Tengah berjiwa bijaksana, bertanggung jawab dan berintegritas.
Dengan pengalaman panjang mengikuti perkembangan politik dan pemerintahan 5-10 tahun belakangan. Dirinya berpesan kepada masyarakat agar memilih pemimpin jangan dilihat dari janjinya akan tetapi dilihat dari jejak perbuatannya. “Saya punya pengalaman 10 dan 5 tahun dulu. Setau saya falsafah Fogogoru adalah baku sayang, baku hormati, baku bantu satu sama lain saling menghargai satu sama lain. Tapi pemerintah sebelumnya itu tidak pernah jalankan falsafah itu,” kata Etelina.
Ia menceritakan pernah membawa beberapa ibu-ibu dari desanya ke kantor dinas untuk mempertanyakan Program Keluarga Harapan (PKH) di tahun 2013 namun sampai Jokowi habis masa periode bantuan itu tak pernah mereka dapatkan. “Saya bisa bersaksi jika mereka mau tangkap saya atau apa tidak apa apa karena ini bukan fitnah. Saya paling banyak rasakan didalam perjalanan dari 10 tahun hingga 5 tahun masa bakti mereka,” ucapnya.
Etelina menilai sebelum kepemimpinan bapak Ikram bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah ke desa mereka adalah bantuan sasaran kelompok tertentu saja. “Semoga mata kita terbuka hati berfikir mana yang baik dan mana yang buruk. Mari kitorang sadar dan taruh tong pe pilihan kepada orang yang betul-betul merupakan pemimpin,” ujar Etelina.
Ia juga mengkritisi kepemimpinan Edy Langkara dan Abdul Rahim Odeyani yang dinilai tidak bisa menyelenggarakan pemerintahan yang baik dan pemerataan pembangunan infrastruktur di Halmahera Tengah. “Bapak elang itu dia bicara tower padahal sampe lima tahun habis tower tra jadi. Sedangkan bapak Ikram 1 tahun 7 bulan saja tower su jadi,” kata Etelina.
Masyarakat Desa Kobe Peplis berharap jika Ikram Malan Sangadji dan Ahlan Djumadil (IMS-ADIL) dilantik menjadi kepala daerah Halmahera Tengah mereka bermohon supaya desa mereka diperhatikan tidak sekedar janji-janji bupati terdahulu. “Kitorang mohon supaya kalau bapak dilantik tolong lihat torang disini pe kekurangan terutama rumah ibadah. Mohon perhatikan juga tong pe tata kampung ini, karena masih ada warga yang satu rumah tiga KK karena dong tidak dapat membangun rumah,” harapnya. (red)










