Mengapa harus IMS-ADIL? Ini Jawaban Hamdan Halil Politisi PBB Halteng

Foto: Hamdan Halil Politisi PBB Halteng

PILKADA serentak makin dekat. Sejumlah partai politik telah mengeluarkan rekomendasi kepada pasangan kandidat tertentu. Tidak terkecuali Partai Bulan Bintang (PBB), juga telah mengeluarkan dukungan politik meskipun tidak memiliki kursi.

Hamdan Halil, politisi PBB ketika dihubungi media ini, menyampaikan sikap politik pada Pilkada kali ini cukup rumit. Namun, dengan menimbang berbagai aspek kita perlu punya keberanian mengambil pilihan. “Sebagai politisi, loyalitas terhadap perintah partai adalah prioritas. PBB telah mengeluarkan dukungan politik kepada IMS-ADIL. Apapun keputusannya kami sebagai kader siap mengamankan keputusan tersebut,” ucap Hamdan.

Berbagai pihak tentu punya pertimbangan menjatuhkan pilihannya politiknya. Menurut Hamdan, membaca tipikal kepemimpinan masa depan berdasarkan isu strategis di Halmahera Tengah menjadi alasan tersendiri. “IMS punya kompetensi kepemimpinan teknokratik, tidak hanya pandai dalam keputusan strategis administratif pemerintahan, tetapi kemampuan mendiagnosa masalah berbasis masyarakat akar rumput, juga dalam mengkomunikasikan kepentingan perencanaan pembangunan dalam relasi pusat dan daerah,” ujarnya.

Sejumlah program populis yang dilaksanakan oleh IMS selama mengemban amanat Pj Bupati dalam rangka mengangkat harkat dan martabat masyarakat Halmahera Tengah dari kungkungan kemiskinan dan kebodohan dinilai terarah dan berdampak signifikan. “Rakyat butuh sentuhan pembangunan dan pemberdayaan ekonomi yang terencana, terkonsep dan terarah, tidak sebatas seremoni dan mengejar tepuk tangan. IMS pemimpin ikonik dengan blusukan dan terbuka bagi setiap warga,” akunya.

Begitupun Ahlan Djumadil, figur terbaik Partai Gerindra ini punya reputasi baik sebagai politisi terpilih 3 periode kabupaten dan kini juga terpilih DPRD Provinsi Maluku Utara. “DPP PBB tentu punya pertimbangan dan kajian tersendiri terkait dukungan politik kepada IMS-ADIL. Sebagai kader kami tegak lurus menjalankan keputusan partai,” tegasnya.

Selain itu, menurut Hamdan, terhadap perbedaan pilihan politik perlu disikapi secara dewasa sehingga tidak membuka ruang konflik yang tajam kepada masyarakat akar rumput. “Pilihan politik masing-masing orang telah mantap, sehingga tidak lagi menjadi penting sikap saling menjatuhkan kandidat yang lain,” pungkasnya.

“Saya secara pribadi menghormati itikad baik Elang-Rahim dan Mutiara Salim. Penghormatan yang sama juga harus kita ditunjukan kepada IMS-ADIL, bahwa ini adalah kompetensi sesama anak bangsa dan kita sedang mencari yang terbaik dari yang terbaik,” ujarnya.

Hamdan juga berpesan untuk menjaga suasana kebatinan Pilkada yang aman, damai dan sejuk dan menghindari kampanye berbasis suku, agama ras dan antar golongan (SARA). “Hindari kampanye berbasis SARA sebagaimana himbauan Bawaslu. Siapapun yang terpilih adalah pemimpin kita untuk merampungkan kerja-kerja kesejahteraan rakyat Halmahera Tengah,” tutup Hamdan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *