WEDA – Penjabat Bupati Ikram Malan Sangadji menyingung aktifitas ASN di lingkungan kantor bupati yang terkesan jorok.
Sentilan tersebut lantaran dirinya kerap mendapati ASN yang sering membuang sampah sembarang semisal sisa botol air mineral yang diminum tak diamankan di tempat sampah melainkan ditinggal begitu saja di tangga, di pilar tiang bangunan, bahkan di lantai kantor bupati. “Kalau kita (pemerintah) mau mengajak masyarakat itu membersihkan lingkungan dari sampah maka harus dimulai dari lingkungan pemerintah seperti di kantor bupati,” sindir IMS saat melaunching Bank Sampah Gemune Gow di Pendopo Falcilno Weda, Sabtu (21/10/2023) kemarin.
IMS mengaku apa yang dia sampaikan tersebut berupa kritik terhadap ASN termasuk para kepala OPD yang sering tak sadar atas tingkahnya itu. “Jangankan di lingkungan sekitar, di kantor bupati saja abis dong minum air mineral bekas botolnya tidak dibuang di tong sampah. Bahkan gelas usai digunakan ditaruh begitu saja,” sindirnya.
Pemandangan yang tidak menarik itu sering ia temui di kantor bupati. “Saya hampir setiap hari menyaksikan itu, tapi saya tidak tegur, kenapa karena saya pikir dorang manusia,” akunya.
“Ini kritik dari torang di Pemda. Kalau torang mau masyarakat bersih, lingkungan masyarakat itu bersih maka harus dimulai dari torang dulu,” bebernya.
Lebih aneh lagi, lanjut IMS jangankan lingkungan kantor bupati. Mobil dinas saja kotor. Tidak diurus. “Tarusa kantor, mobil dinas saja kotor. Tidak diurus,” timpalnya.
Bahkan bukan saja di kantor bupati, namun di lingkungan kantor dinas juga masih banyak yang tak terurus.
Itu berati, kata IMS kesadaran ASN terhadap keberhasilan masih rendah. “Bagaimana kita mau mengajak masyarakat untuk sadar kebersihan. Kalau dilingkungan Pemda saja seperti itu (tidak sadar sampah),” tutup IMS. (red)










