Foto kampanye IMS-ADIL di Desa Bobane Jaya, Kecamatan Patani Barat, Selasa (1/10/2024).
WEDA – Kesejahteraan masyarakat merupakan hal yang sangat didamba-dambakan oleh semua orang, pada dasarnya kesejahteraan sosial masyarakat itu meliputi kesehatan, keadaan ekonomi, kebahagiaan, dan kualitas hidup rakyat.
Tingkat kesejahteraan itu sendiri sangat berbanding lurus dengan tingkat pendidikan.
Hal tersebut ditegaskan Calon Wakil Bupati Ahlan Djumadil saat berkampanye di zona tiga tepatnya di desa Bobane Jaya, pada Selasa (1/10/2024) malam. “Saya dan pak Ikram (calon bupati) telah berkomitmen dan bercita-cita serta membawa harapan masyarakat Halteng ke depan yang lebih baik,” ucap Ahlan.
Ahlan menyampaikan, mencermati permasalahan mendasar yang selama ini berada di tengah-tengah masyarakat, yaitu masalah kemiskinan, masalah pendidikan, kesehatan dan birokrasi serta lingkungan. “Maka kami bersepakat untuk visi dan misi IMS-ADIL adalah transformasi nilai Fagogoru menuju Halteng sejahtera mandiri dan maju. Dimana kita membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” jelasnya.
Pasalnya lanjut Ketua DPC Gerindra Halteng bahwa berbicara soal kesejahteraan maka sesungguhnya ada tiga hal yang harus penuhi dan harus ada perhatian dari pemerintah yaitu sandang, pangan dan papan. “Karena hal itu merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” jelasnya lagi.
Ahlan mengaku selama satu tahun tujuh bulan saat menjadi PJ Bupati, IMS telah melakukan kebijakan terkait kebutuhan dasar masyarakat Halteng. “Semisal membuat pasar murah, membangun 1500 lebih rumah layak huni. Kedepan untuk tahun 2025 sampai 2029 nanti program RLH akan ditingkatkan fasilitasnya. Ini penting karena kita mau memanusiakan manusia,” pungkasnya.
Selain itu IMS-ADIL bakal menjalankan Program Terbaik Cepat, diantaranya pendidikan gratis mulai TK sampai perguruan tinggi. “Ke depan anak-anak Halteng yang hendak kuliah sampai luar negeri siap ditanggulangi oleh Pemda dibawah komando IMS-ADIL,” akunya.
“Jadi ketika daftar kuliah, langsung dibiayai Pemda dan tidak lagi ribet mengurus proposal. Karena Pemda sudah bekerjasama dengan perguruan tinggi,” terangnya.
Bahkan program insentif ibu hamil dan insentif ibu menyusui. Mirisnya, program ini oleh paslon lain mencibirnya dengan mengatakan program sampo dan lipstik. “Akan tepi sesungguhnya program ini sangat dirasakan masyarakat karena untuk kepentingan generasi Halteng yang cerdas, sehat, kuat dan pintar untuk menggapai generasi emas. Sehingga pemerintah harus menjamin dari hamil, menyusui dan pendidikan gratis,” bebernya.
Sementara itu Calon Bupati Ikram M Sangadji, menyampaikan sepanjang masa pemerintahannya menjadi PJ Bupati dirinya pantang untuk berbohong terhadap rakyat. “Salah boleh, kurang boleh tapi kalau bafoya (bohong) itu sangat fatal. Kenapa, karena ketika seorang pemimpin itu berbohong maka korbanya adalah masyarakat,” tandas IMS.
IMS lantas mengaku, baru satu tahun tujuh bulan saja sudah berbuat untuk kemaslahatan masyarakat Halteng apalagi jika terpilih menjadi bupati selama lima tahun. “Saya pastikan Halteng akan lebih baik lagi,” tegasnya.
Saat ini semua serba baru, yaitu Presiden baru, Gubernur baru dan di Halteng bupati juga baru, yaitu IMS-ADIL. “Ada presiden baru, ada gubernur baru dan ada bupati baru. Jadi buang lama ganti baru,” ujarnya.
Lebih lanjut IMS mengatakan, bisa dicari di seluruh Indonesia tidak ada pemerintah daerah yang membuat program insentif ibu hamil dan ibu menyusui, yang ada hanya di Halteng. “Kalau pemerintah pusat hanya ada program BLT (bantuan langsung tunai), tapi di Halteng Pemda berikan insentif lansia. Tidak ada kepala daerah di Maluku Utara ini yang memberikan insentif lansia, dan membebaskan biaya kesehatan serta memberikan seragam gratis kepada siswa TK hingga SMA,” akunya.
“Kenapa saya bisa buat itu, termasuk dua kali menaikkan TPP pegawai. Disaat Torang susah bayar hutang tapi saya bisa naikkan TPP, kasih seragam gratis dan program pro rakyat lainnya,” ujarnya.
IMS juga mengatakan bahwa carilah uang sebanyak banyaknya, tapi uang itu akan berarti jika berada di tangan orang yang benar.
Dalam mengelola pemerintahan itu harus amanah, jujur dan bertanggungjawab agar cita-cita besar mensejahterakan masyarakat bisa tercapai. “Ini penting karena itu komitmen IMS-ADIL,” tutup IMS. (red).








