WEDA – Terobosan dan program prioritas yang dilaksanakan oleh Penjabat Bupati Ikram Malan Sangadji (IMS) patut disyukuri oleh masyarakat Halteng. Bahkan menjadi kado spesial pada HUT Kemerdekaan RI Ke 78 tahun 2023 ini.
Betapa tidak IMS benar-benar membuktikan niat baiknya dalam membangun Kabupaten Halteng meskipun ia hanya seorang Penjabat Bupati yang memimpin daerah ini selama dua tahun saja.
Satu persatu kegelisahan warga ia respon dengan cepat. Diantaranya kegelisahan tentang air bersih yang sangat lama dikeluhkan di Kota Weda, Ia (IMS) realisasi dengan melakukan penandatangan kerjasama dengan PT. IWIP.
IMS mengaku ada beberapa kesepakan yang telah tindaklanjuti pasca kunjungan Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan beberapa waktu lalu di Halteng. “Saya tandatangan kesepakatan kerjasama, dan hari ini tandatangan kerjasama yang pertama adalah pembangunan water treatment air bersih untuk Kota Weda,” ucap IMS usai upacara HUT Kemerdekaan Ke 78.
Ada empat area, yaitu area pertama Kota Weda, kemudian pembangunan Puskesmas Traumatik Lelilef dan pembangunan Politeknik di Lukulamo serta reklamasi pantai Sawai. Kemudian pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah di KM 3. “RSUD ini akan di bangun oleh IWIP, semua peralatan kesehatan itu diberikan oleh IWIP, jadi tahapannya sudah akan dimulai pada bulan Agustus ini,” jelasnya.
Kado spesial lainnya yang dipersembahkan buat masyarakat Halteng yaitu Pemkab Halteng lewat kebijakan IMS membebaskan seluruh biaya perawatan masyarakat Halteng mulai dari Puskesmas sampai RSUD. “Bahkan biaya rujukan adalah biaya dari Pemda. Jika ada keluarga yang meninggal di luar Halteng Pemda akan memfasilitasi biaya pemulangan,” tegasnya.
Sementara itu Manager Vice Presiden PT. IWIP Birgen Polisi (Pur) Eko Prasetyo Siswanto menyampaikan bahwa apa yang disampaikan oleh Bupati IMS sudah menjadi komitmen dari IWIP. “Ada beberapa kegiatan yang sedang kami kerjakan, ada sekolah yang sedang kami perbaiki, kemarin kami memobilisasi beberapa peralatan, kami membantu penanganan bencana. Tapi sebenarnya kami membantu tindakan preventif, dimana pantai Gemaf sudah mulai tanggul,” jelas Eko.
“Bupati hanya memberitahu kami yang mengambil inisiatif,” ucapnya.
Eko mengaku apa yang disampaikan Bupati bukan proyek satu dua hari, tapi IWIP minta waktu karena itu akan satu persatu dikerjakan. “Yang jelas air bersih perencanaan sudah selesai, kita akan ketemu dengan Pemda untuk matching lagi karena teknologinya yang paling baru,” ujarnya.
“Mudah-mudahan bisa memenuhi harapan dari masyarakat Halteng dan lebih khusus pemerintah,” harapnya.
Eko juga mengatakan bahwa IWIP tidak sempurna, banyak hal yang mungkin menjadi kritik dari bapak-bapak, Pemda ada kelambatan-kelambatan bukan karena kami ingin menunda tapi banyak sekali hal yang harus disiapkan sebelum kami mengerjakan. “Kalau satu dua bulan, mohon kami diberi waktu,” bebernya.
Tak itu Eko menyampaikan bahwa IWIP juga konsen dengan tanjakan Tabalik. Dalam pembicaraan dengan pak bupati, seandainya Pemda bisa menunjukan lokasi yang bisa membuka jalur melewati Tabalik itu salah satu yang juga akan sangat berguna bagi masyarakat. “Kami mohon petunjuk untuk itu dan akan dibicarakan secara terpisah dengan pak bupati,” tukasnya. (red)


















