Entaskan Kemiskinan, Pj Bupati Halteng Bangun 1552 RLH

Nenek Rukaiyah: Terimakasih Pak Bupati

Sambil mengusap air mata, nenek Rukaiyah mengucap rasa terimakasihnya kepada Pj Bupati Ikram M Sangadji. “Terima kasih semuanya saya sangat sedih, sekali lagi terima kasih banyak Pak Bupati, dan Pak Desa atas bantuannya, saya akan menjaga dan merawat semua ini dengan baik,” Nenek Rukaiyah.

PENJABAT Bupati Halmahera Tengah Ikram M Sangadji (IMS) menjadi sosok kepala daerah yang terus berupaya merubah nasib masyarakatnya yang kurang mampu agar memiliki hunian layak dan sehat melalui program pembangunan Rumah Layak Huni (RLH).

Saat ini IMS lewat kebijakannya telah membangun 1552 unit rumah warga yang tidak layak huni menjadi rumah yang layak huni yang tersebar di kecamatan dan desa. Tak itu saja, demi kesejahteraan masyarakat Halteng, IMS juga memberikan bantuan sebanyak 800 unit jendela rumah dan 400 pintu yang dia buat dan dibagi ke masyarakat.

Skema kebijakan ini melalui program pembangunan rumah baru ukuran 36-45, rehab rumah, bantuan jendela dan pintu. “Program pembangunan rumah layak huni ini memberikan akses kepada masyarakat yang kurang mampu agar bisa memiliki rumah yang kondisinya layak dan sehat untuk dihuni,” jelas Pj Bupati Ikram M Sangadji.

Baru satu tahun menjabat, diakuinya, bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan ketidakmampuan masyarakat dalam memiliki tempat tinggal yang layak.

Perihal ini menjadi salah satu fokus dalam perhatiannya karena rumah-rumah semacam ini seringkali menjadi tempat tinggal bagi keluarga-keluarga yang kurang mampu dan berisiko tinggi terhadap berbagai risiko, termasuk dampak bencana alam dan masalah kesehatan bagi penghuninya.

Pj Bupati berharap, dengan memulai program pembangunan Rumah Layak Huni yang digulirkannya itu dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi angka kemiskinan, serta memberikan keamanan dan kenyamanan kepada mereka yang membutuhkan.

Dari data 1.552 unit rumah layak huni yang di bangun dan di rehab, salah satunya adalah rumah salah satu janda di desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan.

Adalah Rukaiyah (60) dan anaknya eko (30). Selama 12 tahun Mbak Iya kerap Rukaiyah disapa tinggal di rumah reyot yang tidak layak huni setelah ditinggal suami karena meninggal dunia.

Mbak Iya tidak mempunyai pekerjaan tetap dan hanya serabutan untuk bertahan hidup dengan anak semata wayangnya. Dilansir dari situs website Wairoro Indah, Desa Digital, Desa Cerdas, Desa Smart. Layanan Satu Genggaman, yang diramu Edad Dj, S.STP mengisahkan kegetiran nenek Rukaiyah itu.

Setelah ditinggal suami karena meninggal dunia, Mbak Iya tidak mempunyai pekerjaan tetap dan hanya serabutan untuk bertahan hidup dengan anak semata wayangnya.

Janda Tua ini, sudah 12 tahun lebih tinggal di gubuk reot berukuran 2×3 tidak punya ruangan apa-apa hanya satu bilik kamar tidur berlantaikan tanah, berdindingkan papan serta beratapkan seng yang sudah using.

Namun yang lebih memprihatinkan, di gubuk tersebut hanya menggunakan lampu pelita, sebagai penerangan rumahnya pada malam hari dan bila tiba musin hujan, gubuknya senantiasa terendam air, apalagi bila turun hujan, gubuknya tersebut bocor hingga mbak basah kuyup dalam gubuk tersebut.

Menurut pengakuan Mbak Rukaiyah kondisi ini sudah lama dia alami, dan dari raut wajahnya dia sangat merindukan dan menginginkan punya rumah yang sederhana untuk melanjutkan sisa hidupnya dengan layak seperti orang lain.

Rabu, 12 Januari 2024 menjadi hari yang tidak dapat dilupakan oleh mereka, melalui kebijakan Pj Bupati Ikram Malan Sangadji ( IMS) dengan program Rumah Layak Huni ( RLH) oleh Desa dilakukan penyerahan kunci Rumah Layak Huni ke mereka disaksikan pemerintah kecamatan. “Hari ini saya dan teman-taman BPD mengajak Mbak Iya dan Eko untuk pindah ke rumah baru semoga di rumah yang baru membawa berkah buat mbak sekeluarga,” ujar Bang Dade Pj. Kepala Desa Wairoro Indah.

Sambil mengusap air mata, nenek Rukaiyah mengucap rasa terimakasihnya kepada Pj Bupati
Ikram M Sangadji. “Terima kasih semuanya saya sangat sedih, sekali lagi terima kasih banyak Pak Bupati, dan Pak Desa atas bantuannya, saya akan menjaga dan merawat semua ini dengan baik,” singkatnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *