Foto : Massa pendukung IMS-ADIL membludak di Kecamatan Patani Timur.
WEDA – Dukungan pasangan calon bupati dan wakil bupati IMS-ADIL membludak di seantero wilayah Patani (Patani, Patani Utara, Patani Timur dan Patani Barat).
Ribuan tim kampanye di wilayah Patani telah dilantik dan siap bekerja memenangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati IMS-ADIL termasuk di Kecamatan Patani Timur.
Di setiap kecamatan, saat pelantikan tim kecamatan dan desa tampak ribuan masyarakat membludak. Hal itu membuktikan kecintaan masyarakat terhadap IMS-ADIL.
Pelantikan tim pemenangan kecamatan dan desa diawali di Kecamatan Patani pada Sabtu (14/9/2024). Agenda yang sama dilanjutkan di Kecamatan Patani Utara dan Patani Timur pada Senin (16/9/2024).
Di masing-masing kecamatan dan desa tergabung ratusan tim pemenangan yang dilantik, plus simpatisan dan pendukung serta relawan.
Ketua Tim pemenangan Kecamatan Patani Timur Dahlan Hi. Taher menyampaikan bahwa isu yang beredar di Patani Timur dukungan IMS-ADIL hanya 300 orang saja, namun hal itu ditepis dengan kehadiran masyarakat yang membludak pada acara pelantikan tim. “Mereka menyebar isu di Patani Timur pendukung IMS-ADIL hanya 300 orang saja, tapi hari ini kita buktikan bahwa di Kecamatan Patani Timur sebagian besar masyarakat sudah merapat ke IMS-ADIL,” ucap Dahlan.
Kehadiran massa pendukung IMS-ADIL itu tersebar di seluruh desa di Kecamatan Patani Timur. Padatnya massa membuat kegiatan pelantikan tim kampanye penuh sesak di desa Peniti tepatnya di pelabuhan Peniti.
Hal yang sama terjadi di Kecamatan Patani Utara, dimana gelombang masa memadati pelantikan tim kampanye di kecamatan itu. Dibawah terik matahari di Pantai Batu Dua, masyarakat tak bergeser sedikitpun hingga proses acara selesai.
Ketua Tim Patani Utara, Wagas mengatakan masyarakat yang hadir ini adalah panggilan hati nurani, tidak ada paksaan. “Kita sama sama mulai kabupaten sampai desa dan masyarakat bekerja untuk memenangkan IMS-ADIL, termasuk di Kecamatan Patani Utara,” pungkasnya.
Pelantikan tim kampanye itu dilakukan oleh Cawabup Ahlan Djumadil. “Ikuti kata-kata saya. Bismillahirrahmanirrahim
dengan mengharapkan Rida Allah SWT kami bersumpah akan melaksanakan tugas sebagai tim kampanye dan relawan IMS-ADIL,” sebut Ahlan diikuti seluruh tim kampanye.
Mereka berjanji mendukung dan mempromosikan visi misi IMS-ADIL sebagai calon bupati dan wakil bupati secara jujur adil serta berkomitmen untuk bekerja keras dalam mencapai kemenangan nanti. Juga berkomitmen untuk menjaga nama baik IMS-ADIL sebagai calon bupati dan waki bupati serta menghindari segala bentuk tindakan dan perilaku yang merugikan IMS-ADIL. “Akan menjalankan semua instruksi dan arahan yang diberikan oleh pimpinan tim kampanye dan relawan dengan sepenuh hati tanpa ragu-ragu serta bekerja secara sinergis untuk mencapai tujuan bersama,” tegasnya.
Sementara itu dr. Hariyadi Ahmad, politisi PBB yang juga anggota DPRD Provinsi Maluku Utara itu mengatakan pelantikan tim kampanye ini sebagai titik awal atau stating points kita untuk memenangkan IMS-ADIL. “Memang yang berkoalisi itu parpol tapi jauh lebih penting adalah koalisi rakyat,” ucap Hariyadi.
Karena gemuruh dukungan sangat luar biasa. “Saya berharap tim yang telah dilantik untuk serius bekerja memenangkan IMS-ADIL pada tanggal 27 November 2024 nanti,” harapnya.
“Dukungan ini merata di zajirah Halteng sehingga saya sangat yakin dan percaya memenangkan pertarungan ini,” ujarnya.
Sementara itu Ketua DPD II Golkar Sakir Ahmad, menyampaikan terkesima ketika di Tepelo masyarakat menyampaikan curahan hati mereka bahwa yang mereka sampaikan adalah penderitaan yang mereka rasakan selama lima tahun lalu. “Ada penyesalan bahkan tekanan dan intimidasi selama lima tahun lalu dan mereka berharap penderitaan itu bisa diobati oleh IMS-ADIL,” tandasnya.
Sakir mengaku partai Golkar adalah partai pengusung Elang periode lalu dan saat ini tidak lagi mengusung keduanya dan memilih mengusung IMS-ADIL. “Partai Golkar melakukan evaluasi bahwa yang lalu tidak bisa dilanjutkan untuk diusung sebagai calon bupati dan wakil bupati saat ini,” akunya.
Dan itu diinstruksikan langsung oleh Ketum DPP Golkar saat itu Airlangga Hartarto dan juga Ketum Bahlil Lahadalia. (red)










