Foto: Mobil pickup tipe carry 15 bermuatan BBM hangus terbakar di jalur Lintas Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara, Kamis (29/8/2024).
WEDA – Diduga terjadi korsleting listrik baterai mobile membuat satu unit mobil carry hangus terbakar pada Kamis (29/8/2024) serentak pukul 16.15 Wit.
Kejadian tersebut terjadi di jalan lintas Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara tepatnya di depan Kantor PT. Firs Pasific Mining (Zhong Hai).
Hal tersebut dibenarkan Kapolres Halteng AKBP Aditya Kurniawan menyampaikan melalui Kasi Humas Ipda Ramli Soleman. Kebakaran itu dialami mobil carry 15 warna biru dengan nomor kendaraan DB 5058 FA dari arah Desa Gemaf menuju Desa Sagea. “Mobil tersebut milik Hamirudin La Munte (52), warga Desa Lukolamo, Kecamatan Weda Tengah,” ucap Ramli.
Ramli menjelaskan mobil tersebut terbakar diduga terjadi konsleting listrik baterai mobil dan mengenai muatan mobil yaitu BBM jenis Pertamax sebanyak 15 galon sehingga menyebabkan mobil terbakar. “Pada saat mobil terbakar sopir mobil bersama anaknya keluar mobil untuk mengamankan diri,” jelasnya.
“Dan mobil tersebut tidak bisa diselamatkan oleh warga karena api yang besar tak bisa dipadamkan,” akunya.
Dikatakannya, mobil tersebut padam dengan sendirinya lantaran hujan deras. “Meski demikian, api yang membesar dari mobil tersebut menyebabkan kabel PLN jalur Sagea-Dote terputus,” katanya.
Menurut sejumlah saksi, Samiun (34) mobil tersebut dalam keadaan melaju tiba-tiba terlihat api, sehingga sopir menghentikan mobil dan keluar menyelamatkan diri. “Warga disekitar lokasi kejadian berdatangan untuk membantu memadamkan mobil tapi tidak bisa karena api terlalu besar dan tak lama kemudian mobil tersebut padam akibat hujan deras,” ujarnya.
Ramli mengaku dampak dari kebakaran tersebut mobil terbakar hangus bersama muatan BBM jenis Pertamax dan Kabel PLN jalur Sagea – Dote putus akibat tersambar api.
Sementara kerugian yang dialami berupa satu unit mobil carry terbakar, BBM jenis Pertamax 15 galon terbakar, STNK Mobil terbakar dan uang sekitar Rp. 5.000.000. “Tidak ada korban jiwa,” tutur Ramli. (red)










