Beatrix Missy Siswi SMA Negeri 4 Tikep bersama Apolos Missy (Opa) saat di wawancara di kediamannya di Kelurahan Payahe, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Rabu (2/7/2025).(Foto:dok:ZT)
Tidore – Salah satu putri terbaik Kota Tidore Kepulauan,Beatrix Missy (16) siswa SMA N 4 Tidore Kepulauan, tepatnya Kelurahan Payahe, Kecamatan Oba berhasil lolos seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional mewakili Provinsi Maluku Utara.
Beatrix Missy akan bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia di Istana Merdeka Jakarta, 17 Agustus nanti.
Saat ditemui dirumahnya, di komplek Gereja Kalvari Payahe, Beatrix Missy tampak ramah menyambut awak media, Rabu (2/7/2025) malam sekitar pukul 22.00 Wit.

Foto: Beatrix Missy bersama M. Aqsyahiful Ikram yang mewakili Maluku Utara Paskibraka tingkat Nasional.
Kepada awak media, Beatrix mengungkapkan perasaannya. “Saat dengar hasil (pengumuman) saya bangga, terharu, senang, karena tidak menyangka bisa sampai di tahap ini (lolos Paskibraka tingkat nasional,red),” ucap Beatrix polos.
Anak kedua dari pasangan Serlince Boki dan Jemy Missy itu berterimakasih kepada teman-teman, keluarga dan pihak sekolah yang mendukung dirinya. “Saya ikut seleksi mulai dari Kabupaten, puji tuhan saya peringkat dua, lanjut di tingkat provinsi. Dan hasil seleksi di tingkat provinsi saya dapat peringkat dua, sampai saya lanjut ke seleksi tingkat nasional,” ujarnya.
Siswi kelahiran Kelurahan Payahe Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan pada tanggal 15 Januari 2009 diketahui lulusan dari SMP Negeri 4 Tidore Kepulauan.
Dia juga pernah mengikuti paskibraka di tingkat Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan tahun 2024 lalu.
Siswi yang baru naik kelas 11 itu mengikuti seleksi secara bertahap dimulai dari tingkat sekolah, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi hingga Nasional. Beberapa tahap seleksi yang dilalui antara lain pemberkasan, seleksi postur tubuh, kesamaptaan dan jasmani serta wawancara. “Saya ikut seleksi mulai dari Kabupaten, puji tuhan saya peringkat dua, lanjut di tingkat provinsi. Dan hasil seleksi di tingkat provinsi saya juga dapat peringkat dua, sampai saya lanjut ke seleksi tingkat nasional dan puji tuhan bisa lolos,” akunya.
Dikatakannya, waktu seleksi di tingkat Kota dan di Provinsi itu tes TIU, TWK, PBB, Kesamaptaan dan wawancara. “Lanjut ke pusat itu, tes kesehatan, terus pertunjukan minat bakat, PBB, wawancara dan psikotes,” katanya.
“Minat bakat itu saya tampil bermain musik sambil bernyanyi,” lanjut Beatrix.
Dia juga mengaku tes di tingkat nasional itu selama tiga hari, dan langsung di kantor BPIP di Jakarta. “Selama tes itu dibiayai langsung dari Kesbangpol Provinsi Maluku Utara,” tambahnya.
“Dari perwakilan Provinsi Maluku Utara ada 6 orang. Dan lolos dua orang,” lanjutnya.
Beatrix juga mengaku saat ini masih menunggu panggilan dari panitia untuk diarahkan. “Belum ada konfirmasi dari panitia, jadi masih menunggu konfirmasi,” tuturnya.
Sementara itu Apolos Missy kakek dari Beatrix Missy menyampaikan sebagai keluarga dan juga sebagai opa merasa senang dan bangga karena cucu kami bisa lolos Paskibraka ditingkat nasional. “Gembira dan terharu menyelimuti kelurga besar Beatrix Missy, sebab cucu kami bisa bersaing sampai di tingkat nasional,” ucapnya.
Pendeta Gereja Kalfari Payahe itu mengatakan kata orang, setiap persaingan butuh fulus atau uang sampai lolos di tingkat nasional namun bagi kami sekeluarga percaya jika rezeki maka tak akan tertukar. “Dengan doa dan puji tuhan dia bisa lolos sampai di tingkat nasional,” benernya.
“Kami kelurga merasa bangga karena baru pertama kali generasi muda Payahe lolos paskibraka di tingkat nasional,” lanjutnya.
Lebih lanjut Apolos Missy menyampaikan banyak berterimakasih kepada pihak sekolah SMA Negeri 4 Tidore Kepulauan yang telah membimbing dan mendampingi cucu kami dari tingkat kota, provinsi sampai di tingkat nasional. “Terimakasih kepala sekolah, guru-guru SMA Negeri 4 Tikep atas doa dan bimbingan sampai ke tahapan ini,” tambahnya.
Dirinya juga berharap kedepan SMA Negeri 4 Tidore Kepulauan bisa mengirim putra/putri terbaik agar bisa bersaing sampai di tingkat nasional. Baik di bidang Paskibra maupun bidang-bidang yang lain. “Dan kami kelurga juga berdoa semoga cucu kami sehat tidak ada ganguan apapun agar bisa mengikuti setiap tahapan hingga selesai pada acara puncak pengibaran bendera HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2015 nanti,” tutupnya. (red)










