Foto: Graal Taliawo Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Maluku Utara
TERNATE- Pembangunan infrastruktur di Provinsi Maluku Utara, terutama pembangunan fasilitas transportasi dan perhubungan yang layak bagi masyarakat pesisir, harus ditingkatkan. Hal ini disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) daerah pemilihan Maluku Utara, Graal Taliawo, saat bertemu dengan perwakilan media di Samatira Resto, Kelurahan Makasar Barat, pada sabtu 12 April 2025.
Geraal mengatakan, Wilayah Maluku Utara merupakan wilayah kepulaun, untuk itu perlu adanya fasilitas-fasilitas yang memadai seperti fasilitas pelabuhan di daerah daerah pesisir yang belum memiliki pelabuhan.
“Maluku Utara ini merupakan wilyah kepulauan dan tentunya membutuhkan fasiltas infrastruktur pelabuhan. Di beberapa wilayah atau di kawasan pesisir itu pelabuhannya tidak ada, sehingga ketika masyarakat mau bepergian, itu sangat sulit,” ungkap Graal
Oleh karena itu, kata Graal saat ini di DPD RI sedang mendorong rancangan Undang-undang kepulauan, sehingga pembangunan infrastruktur daerah kepulauan di Maluku Utara juga dapat dengan cepat dibangun.
“Saat ini, Kita di DPD RI lagi mendorong RUU Kepulauan, dimna jika RUU Kepulauan ini disahkan kita berharap kedepan ada alokasi-alokasi anggaran sehingga kita ada ruang untuk mendorong pembangunan infrastruktur transportasi di wilayah-wilayah pesisir kita,” ujar Graal
Graal melanjutkan, jika di pulau Jawa itu ada Terminal yang bertaraf Internasional, maka minimal di Maluku Utara juga punya pelabuhan- pelabuhan yang bertaraf Internasional, atau Nasional dan paling tidak bisa punya pelabuhan yang layak dan nyaman untuk masyarakat.
Selain mendorong percepatan pembangunan insfrastruktur, Graal juga menyoroti fasilitas pendukung di beberapa pelabuhan di Ternate, seperti Pelabuhan Bastiong dan Pelabuhan Ahmad Yani, Graal mengatakan fasilitas di pelabuhan Bastiong seperti ruang tunggu dan toilet sangat tidak nyaman bagi calon penumpang.
“Di pelabuhan Bastiong itu ruang tunggunya sangat tidak nyaman bagi calon penumpang dan Toiletnya sangat tidak higenis, kotor dan airnya tidak jalan.
Dan untuk di pelabuhan Ahmad Yani, Graal meyarangkan agar Pihak Pelindo Pelabuhan Ahmad Yani membuat pintu keluar di arah selatan pelabuhan.
Tidak hanya itu, dalam pertemuan tersebut Graal juga mendapatkan masukan dari awak media terkait mahalnya biaya bongkar muat barang di pelabuhan dan over kapasitas penumpang dan barang pada kapal dan speed boat, serta penumpang penumpang siluman. (Red)

















