Foto: Dari Yeisowo, Patani, PJ Bupati Ikram Malan Sangadji menyempatkan diri memantau proyek pekerjaan jalan ruas Tekindo-Lelilef Woebulan
WEDA – Pembangunan jalan ruas Tekindo-Lelilef Woebulen, Kecamatan Weda Tengah mulai dikerjakan oleh PT. Intim Kara.
Terkait hal itu menurut Penjabat Bupati Halteng, Ir. Ikram Malan Sangadji (IMS) menjelaskan bahwa perbaikan jalan nasional lingkar tambang tersebut sejak Januari 2023 telah diajukan olehnya ke Menteri PUPR yang ditembuskan ke Menko Marves dan Menteri Bappenas. “Saya sudah melaporkan langsung ke pak LBP (Luhut Binsar Panjaitan) Menko Marves dan beliau mengontak pak Menteri PUPR. Namun sebelumnya saya bersama tim telah melakukan pengukuran lebar jalan dan penataan bahu jalan yang dipakai pedagang kecil,” terang IMS.
Ikram juga mengatakan sebelumnya telah mendapat surat pemberitahuan dari BPJ Maluku Utara tentang perbaikan jalan Lelilef. “Karena itu, setelah dari Yeisowo, Patani saya kontak teman di Balai untuk menanyakan pekerjaan tersebut,” akunya.

Karena itu, memasuki area pekerjaan, dirinya ikut memantau apakah pekerjaan tersebut sesuai dengan kebutuhan ruas jalan atau hanya bersifat pemeliharaan. “Kebutuhan jalan tersebut selaras dengan tujuan pemda untuk menurunkan tingkat kemacetan, kecelakaan dan kenyamanan pengguna kendaraan terutama yang bekerja di industri pertambangan.
Saat kembali dari desa Yeisowo, Patani itu PJ Bupati langsung melihat aktifitas pekerjaan jalan tersebut dan langsung berhenti sejenak dan menanyakan pihak pengawas PPK Balai Jalan Nasional Maluku Utara terkait pekerjaan yang sedang dikerjakan.
Kepada pengawas PPK BJN Malut, IMS berharap agar proses pekerjaan jalan tersebut dipercepat dan dikerjakan dengan baik. Selain itu juga Ikram meminta agar lebar jalan itu sekitar 17 meter.
Terkait hal itu juga pengawas PPK 2.2 Balai Jalan Nasional Maluku Utara, Amri Amir mengatakan proses pekerjaan ditargetkan 1 bulan. “Proses pekerjaan baru dimulai sekitar tiga har ini,” ucapnya.
Amri juga menyampaikan ruas jalan itu dikerjakan hanya satu jalur saja lantaran badan jalan sangat sempit. “Badan jalan kecil karena sudah ada bangunan di pinggir jalan sehingga hanya sekitar 10 meter saja,” akunya.
Namun menurut Bupati IMS agar lebar jalan tersebut harus 17 meter.

Amatan koran ini dilapangan proses pekerjaan telah dimulai dengan dilakukan penimbunan dan pengerasan sekaligus penggalian drainase. “Sudah tiga hari pekerjaan, mulai dari penimbunan dan penggalian saluran air,” tambah Amri.
Amri mengaku, awalnya pekerjaan sedikit terhambat akibat ada kabel optik Telkomsel yang ditanamkan dengan kedalaman hanya 20 centimeter. Seharusnya ditanam dengan kedalaman 1.5 meter agar tidak mengganggu aktifitas peroyek jalan.
Sementara itu pengawas pekerjaan dari PT. Intim Kara mengatakan volume pekerjaan tersebut sepanjang 1 kilometer dimulai dari perempatan Tekindo sampai depan masjid raya desa Waibulan,” tutupnya.
Sebagaimana diketahui, realisasi pekerjaan jalan tersebut merupakan langkah cepat IMS sejak awal dilantik. Saat melakukan kunjungan kerja ke PT. IWIP ketika itu, IMS melalui ruas jalan nasional rusak parah sepanjang Lukulamo sampai dengan Lelilef.
Diketahui pula sebelumnya pihak PUPR Halteng telah mengusulkan ke Kementerian PUPR, dengan volume kurang lebih 6.200 meter, lebar jalan 12 meter, dengan total anggaran Rp 50 miliar lebih di Kementerian PUPR. Dengan satu jalur.
Namun saat ini jalan tersebut dikerjakan satu arah saja dikarenakan badan jalan tampak sempit. (KN)










