Polres Halmahera Tengah bersama Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Malut menggelar kegiatan latihan gladi posko, TFG dan simulasi pengamanan unjuk rasa dalam rangka sistem pengamanan guna antisipasi gangguan unjuk rasa may day dan gangguan kamtibmas di tahun 2025, Senin (28/4/2025).(Foto:dok:istimewa)
Weda – Polres Halmahera Tengah bersama Bataliyon C Pelopor Satbrimob Polda Malut menggelar kegiatan latihan gladi posko, TFG dan simulasi pengamanan unjuk rasa dalam rangka sistem pengamanan guna antisipasi gangguan unjuk rasa may day dan gangguan kamtibmas di tahun 2025.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Futsal itu dilanjutkan dengan simulasi fisik di jalan umum tepatnya depan Mako Polres Halteng pada Senin (28/03/2025).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Halteng AKBP Aditya Kurniawan SH, S.I.K di hadiri Waka Polres Halteng Kompo Said Aslam S.I.K, Danki Brimob Batalion C AKP Jhon Pita, Kabag Ops Polres Halteng AKP A. K. Stofel, Kasatgas dan PJU serta personel Polres Halteng dan personil Batalion C Pelopor Satbrimob Polda Malut.
Latihan Gladi Posko dan simulasi penanganan aksi unjuk rasa ini diawali dengan menggelar simulasi menggunakan Tactical Floor Game (TFG) di gedung futsal Polres Halteng yang di paparkan langsung Kabg Ops Polres Halteng.
Setelah kegiatan simulasi TFG di gedung futsal kegiatan dilanjutkan dengan simulasi fisik pengamanan aksi unjuk rasa dengan menghadirkan personel pengendalian massa awal, tim negosiator, Dalmas Lanjut, tim Pengurai Massa, tim Penindak, tim kesehatan, serta tim demonstran.
Kapolres Halteng AKBP Aditya Kurniawan mengatakan gladi posko, TFG dan simulasi penanganan unjuk rasa merupakan salah satu skenario yang dirancang Polres Halteng dalam perencanaan pengamanan aksi unjuk rasa pada 1 Mei dan gangguan kamtibmas tahun 2025. “Tujuannya agar setiap kegiatan pengamanan baik penempatan personel, pergeseran pasukan, pengendalian, cara bertindak maupun pelaporan dalam pengamanan unjuk rasa,” jelasnya.
“Dan anggota dapat memahami tindakan apa yang harus di lakukan termasuk saat menghadapi kontijensi dalam Aksi unjuk rasa 1 Mei dan gangguan kamtibmas,” pangkas Kapolres.
Sosialisasi gladi posko, TFG dan simulasi penanganan unjuk rasa dilakukan untuk memberikan gambaran serta menyamakan persepsi, pola pikir dan tindakan serta strategi saat menghadapi permasalahan termasuk apa bila kontijensi terjadi dan penanganan unjuk rasa Polres Halteng mengedepankan preventif dan humanis. “Proses penanaman nantinya tetap kita kedepankan preventif dan humanis,” ujarnya. (red)










