TIDORE – Euforia Piala Dunia 2026 resmi berakhir. Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, yang juga dijuluki sebagai “Presiden Argentina” Kota Tidore, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melepaskan segala perbedaan pilihan selama turnamen dan kembali bersatu membangun daerah.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota saat menggelar aksi mandi air laut bersama (batobo bareng) pendukung Timnas Argentina Kota Tidore Kepulauan di Pantai Tugulufa, Selasa (21/7/2026).
Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini secara ksatria mengakui kekalahan Timnas Argentina dari Spanyol pada laga final yang berlangsung sebelumnya.
”Saya mengakui Argentina kalah. Hari ini, saya selaku ‘Presiden Argentina’ bersama para pendukung siap diceburkan ke laut. Ini sudah menjadi tradisi di Tidore setiap empat tahun sekali saat Piala Dunia. Tim yang pendukungnya kalah wajib batobo, dan hari ini kami siap menyeburkan diri bersama di Pantai Tugulufa,” ujar Muhammad Sinen.
Ia menekankan agar euforia maupun perbedaan dinamika dukungan selama satu bulan terakhir tidak memecah belah silaturahmi antarwarga.
”Pertandingan sudah selesai. Selama hampir satu bulan masyarakat Tidore mungkin berbeda pilihan, tetapi semua berakhir di laga final kemarin. Saya memberi hormat kepada Spanyol yang keluar sebagai juara. Mari sudahi semua perbedaan, kita rajut kembali kebersamaan demi Tidore yang lebih baik ke depan,” ajaknya.
Sebelum tiba di lokasi aksi, “Presiden Argentina” bersama ratusan pendukungnya berjalan kaki dari kediamannya di Kelurahan Gamtufkange menuju Pantai Tugulufa. Aksi batobo bareng ini menjadi simbol penutup rivalitas sekaligus perekat kebersamaan warga Tidore pascamomen Piala Dunia.










