Ternate,- Pemerintahan M. Tauhid Soleman dan Nasri Abubakar sebagai wali kota dan wakil wali kota Ternate, Maluku Utara dinilai belum memiliki langkah sistematis dan strategis dalam 100 hari kerja.
Hal ini disampaikan oleh Akademisi Universitas Khairun Ternate, Dr. Aziz Hasyim, Selasa, 3 Juni 2025.
Menurut Aziz, dalam pencermatannya sebagi warga kota, 100 hari kerja Tauhid-Nasri belum memiliki langkah strategis.
“Sebenarnya kalau mengukur kinerja Tauhid-Nasri berhasil atau tidak dalam 100 hari memang itu terlalu prematur, tapi kita sebagai warga kota mencermati ternyata belum ada langkah-langkah sistematis yang dilakukan untuk kemudian mewujudkan visi-misi dalam paruh waktu kurang lebih 100 hari ini,” kata Aziz, Selasa, 3 Juni 2025.
Azis mencontohkan, dalam hal pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat, konservasi sumberdaya, memperkuat city brending kota rempah dan pengembangan kawasan ekonomi srategis berbasis kepulauan dalam 100 hari kerja ini belum terlihat langkah strategisnya.
Padahal, kata Aziz, ini merupakan bagian dari visi yang menjadi program prioritas Tauhid-Nasri selama dalam masa kampanye. Terutama pengoptimalisasian sumber penerimaan daerah dalam peningkatan fiskal di Kota Ternate ini.
“Dari beberapa poin ini jika di cermati belum ada kebijakan strategis yang diarahkan ke ara sana dalam proses 100 hari kerja ini,” ujarnya.
Aziz menekankan, dalam mengukur berhasil atau tidaknya Tauhid-Nasri memang sangat prematur untuk saat ini, sebab masih ada waktu 4 tahun 9 bulan lagi.
“Kalau di akhir priode kita bisa mengatakan berhasil atau tidak, tapi untuk sekarang kita belum bisa mengatakan itu. Hanya saja dalam 100 hari ini kita bisa melihat program-program yang diusung Tauhid-Nasri sependek dan sejauh pengamatan saya itu belum ada langkah strategis,” tambahnya. (red)


















