WEDA – Lima dari tujuh budaya Kabupaten Halmahera Tengah yang diusulkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Program yang dilakukan Direktorat Perlindungan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), yaitu penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) menjadi salah satu upaya melindungi seni tradisi lisan Nusantara.
Sebagaimana diketahui sebanyak lima dari tujuh senin dan budaya Kabupaten Halteng yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tersebut adalah Fanten, Warakas, Sumpit, tarian Kene-Kene, tarian Bon Mayu.
Sementara kuliner Salamin, dan tradisi Eid Bet-Bet masih ditangguhkan. “Dari tujuh usulan karya budaya Halteng itu, ada dua yang ditangguhkan karena berkas persyaratannya masih ada yang harus dilengkapi, sehingga nanti tahun depan baru diusulkan kembali,” ucap Salmun Saha, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan saat dikonfirmasi via telepon.
Dikatakannya hari ini Pemkab Halteng kembali diundang oleh Kemendikbud terkait telah ditetapkan tarian Bon Mayu sebagai WBTB dan tampil di acara Apresiasi Budaya Indonesia di Jakarta. “Hari ini kita tampilkan tarian Bon Mayu yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda,” akunya.
Sementara itu Ketua Umum Sanggar Kabata Arman Alting saat dikonfirmasi mengaku bahagia dan mengapresiasi Pemkab Halteng dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang sukses mengusulkan tarian Bon Mayu sebagai WBTB oleh Kemendikbud.
Arman juga mengatakan, sehubungan dengan itu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menghadirkan Tarian Bon Mayu dari Sanggar Kabata Halmahera Tengah untuk tampil di acara Apresiasi Budaya Indonesia tahun 2023 di Jakarta. “Alhamdulillah sebagai Ketua Umum Sanggar Kabata sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemda Halteng dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui acara Apresiasi Budaya Indonesia dihadiri oleh daerah-daerah yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai Warisan Budaya milik masing-masing daerah.
Dan turut hadir pada acara tersebut Kadis Budpar Salmun Saja, Ketum Sanggar Kabata Arman Alting, Sekertaris Umum Sanggar Kabata Taher Dji Husin dan Yusuf Hasan selaku Pemerhati Budaya. (red)










