Yusmar Ohorella Tabur Motivasi Pada Calon Wisudawan Faperta Unkhair

WEDA – Menghadapi dan menyongsong era society 5.0, penggunaan digitalisasi atau teknologi informasi menjadi perhatian tersendiri dalam aspek-aspek manajemen perusahaan mengenai proses kegiatan dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi di masa datang. Terlebih era society 5.0 di bidang pertanian.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Tengah, Yusmar Ohorella pada acara Yudisium dan Pelepasan Wisudawan, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, dengan tema Strategi Dalam Menembus Peluang Kerja di Era Society 5.0, Selasa (15/8/2023).

Yusmar Ohorella menjadi tamu spesial yang diundang khusus oleh pihak Fakultas Pertanian untuk memberikan motivasi kepada para calon wisudawan di fakultas tersebut, yang berlangsung di ruang belajar mahasiswa lantai 3 Fakultas Pertanian, Kampus 2 Unkhair Ternate.

Sebagai tamu spesial, dalam kesempatan itu dirinya menjelaskan Strategi Dalam Menembus Peluang Kerja di Era Society 5.0. “Dunia kerja sedang berubah dan Society 5.0 membawa banyak perubahan besar bagi pekerjaan masa depan,” jelas Yusmar.

Aktivis HMI itu menjelaskan Konsep Pertanian yang digaungkan pada era society 5.0 adalah smart farm atau pertanian pintar. Sistem pertanian yang dimaksudkan untuk mensukseskan Sustainable Development Goals (SDGs) tersebut menggabungkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dengan kecerdasan manusia.

Oleh karena itu, lanjut Yusmar manusia di masa mendatang tidak cukup jika hanya memiliki kemampuan teknis tanpa bekal analytical dan innovation skills, kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, hingga problem solving.

Selain itu juga dia mengaku teknologi dan sistem informasi di era society 5.0 berguna untuk memberikan informasi yang lebih akurat mengenai cuaca, waktu pemupukan tanaman, waktu panen, kondisi tanaman, hingga jenis hama yang menyerang dan cara penanganannya.

Melalui analisis data dengan kecerdasan buatan, sistem akan memberikan rekomendasi terbaik mengenai treatment yang harus dilakukan oleh petani. “Dengan demikian, terjadinya gagal panen dapat terminimalisir dan kualitas tanaman dapat meningkat,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Yusmar dihadapan calon wisudawan Fakultas Pertanian itu mengatakan, ilmu yang diperoleh selama perkuliahan tentu menjadi bekal pasca wisuda nanti. “Karena itu ilmu yang telah diraih bisa dikembangkan dan diamalkan serta dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Yusmar juga berpesan agar para wisudawan agar menyiapkan diri dan mental dalam menghadapi kompetisi di dunia kerja. Tentu kesemuanya itu yang paling utama adalah menjaga integritas. “Karena integritas membuat kita nyaman dalam menghadapi tantangan yang ada di luar,” jelasnya.

Kita dituntut mampu melihat tantangan-tantangan ini untuk menjadikan peluang yang baik. “Terutama menciptakan terobosan-terobosan baru,” urai Yusmar. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *